Kecelakaan Kapal Capai 601 Kasus, DPR Desak Pemerintah Lakukan Pembenahan Besar-besaran

PrakarsaWarga.Com – Tingginya angka kecelakaan kapal di Indonesia sepanjang 2026 mendapat perhatian serius dari DPR. Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda menilai kondisi keselamatan transportasi laut sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan luar biasa.

Berdasarkan data Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP/Basarnas), tercatat 601 operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terkait kecelakaan kapal selama periode Januari hingga 15 Agustus 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Syaiful Huda dalam rapat kerja bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, BNPP/Basarnas, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rabu (19/8/2026).

Huda mengatakan, tingginya angka kecelakaan kapal menunjukkan bahwa penanganan keselamatan transportasi laut tidak bisa lagi dilakukan dengan cara biasa.

Menurutnya, pemerintah perlu menjalankan langkah perbaikan secara serentak dengan melibatkan kementerian, lembaga, serta seluruh pihak yang berkaitan dengan keselamatan pelayaran.

DPR Soroti Tanggung Jawab atas Kecelakaan Kapal

Selain meminta pembenahan sistem keselamatan, Huda menegaskan bahwa setiap kecelakaan kapal yang menimbulkan kerugian maupun korban jiwa harus ditindaklanjuti secara serius.

Ia mendorong adanya pertanggungjawaban, baik dari sisi hukum maupun kebijakan, agar setiap kecelakaan dapat menjadi bahan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa.

Komisi V DPR juga meminta Kementerian Perhubungan memperkuat pengawasan terhadap operator kapal. Kepatuhan terhadap standar keselamatan, keakuratan data penumpang dan manifest, hingga kesiapan sistem pencarian serta pertolongan dinilai perlu mendapat perhatian lebih besar.

Huda berharap tingginya angka kecelakaan kapal menjadi momentum bagi pemerintah untuk mempercepat transformasi sistem transportasi laut nasional.

Basarnas Tangani 601 Operasi Kecelakaan Kapal

Kepala BNPP/Basarnas Marsekal Madya M Syafi’i menjelaskan, sebanyak 601 operasi SAR terkait kecelakaan kapal dilakukan sepanjang Januari hingga 15 Agustus 2026.

Dari seluruh kejadian tersebut, jenis insiden yang paling banyak ditangani adalah man overboard atau awak kapal maupun penumpang yang jatuh ke laut dengan 178 kasus.

Selanjutnya terdapat 103 kasus kapal mati mesin, 92 kapal hilang kontak, 63 kapal tenggelam, dan 52 kapal terbalik.

Basarnas juga menangani 52 kasus evakuasi medis atau medevac, 15 kapal terbakar, 13 kapal kandas, serta masing-masing 12 kasus kapal tubrukan dan kapal bocor.

Selain itu, tercatat enam kasus kapal hanyut, dua kasus kerusakan konstruksi kapal, dan satu kasus kapal miring.

Ribuan Orang Terdampak

Dari 601 operasi kecelakaan kapal tersebut, Basarnas mencatat 3.607 korban. Sebanyak 3.165 orang berhasil diselamatkan atau dievakuasi dalam kondisi selamat.

Namun, sebanyak 239 orang meninggal dunia, sementara 203 lainnya masih berstatus hilang.

Data tersebut menjadi perhatian serius karena menunjukkan besarnya risiko keselamatan dalam transportasi laut. DPR pun meminta pemerintah tidak hanya bertindak setelah kecelakaan terjadi, tetapi memperkuat langkah pencegahan dan pengawasan sejak awal.

Pembenahan terhadap operator kapal, standar keselamatan, sistem manifest penumpang, hingga kesiapan SAR dinilai menjadi bagian penting untuk menekan angka kecelakaan kapal di Indonesia.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Kirana Larasati Putus Kerja Sama dengan Nellava, Ini Alasannya

Kirana Larasati Putus Kerja Sama dengan Nellava, Ini Alasannya

Kirana Larasati Siap Beri Keterangan soal Dugaan Penipuan Investasi Emas Rp 25 Miliar

Kirana Larasati Siap Beri Keterangan soal Dugaan Penipuan Investasi Emas Rp 25 Miliar

Peta Dunia di Buku Sekolah Bisa Menyesatkan? Ini Perbedaan Mercator dan Equal Earth

Peta Dunia di Buku Sekolah Bisa Menyesatkan? Ini Perbedaan Mercator dan Equal Earth

UI Perketat Publikasi Ilmiah, Dosen yang Terbitkan Artikel di Jurnal Predator Bisa Kena Sanksi

UI Perketat Publikasi Ilmiah, Dosen yang Terbitkan Artikel di Jurnal Predator Bisa Kena Sanksi

DPR Tutup Masa Sidang, Puan Maharani Soroti Nasib Pekerja Kontrak hingga Pengawasan Lapas

DPR Tutup Masa Sidang, Puan Maharani Soroti Nasib Pekerja Kontrak hingga Pengawasan Lapas

BRAN Percepat Pembenahan Organisasi, Dedi Prasetyo Pastikan Reforma Agraria Lebih Efektif

BRAN Percepat Pembenahan Organisasi, Dedi Prasetyo Pastikan Reforma Agraria Lebih Efektif