
PrakarsaWarga.Com – Sebuah sekolah di Inggris akan mencatat sejarah baru setelah hampir lima abad hanya menerima murid laki-laki. Bedford School berencana membuka penerimaan bagi siswa perempuan mulai September 2027.
Keputusan tersebut menjadi perubahan besar bagi sekolah yang telah berdiri sejak 1552. Selama ratusan tahun, Bedford School dikenal sebagai sekolah khusus laki-laki.
Rencana tersebut diumumkan oleh Harpur Trust, yayasan yang telah mengelola sekolah sejak 1764. Pihak yayasan menyebut perubahan ini menjadi bagian dari investasi dan pengembangan sejumlah sekolah yang berada di bawah pengelolaannya.
Bedford School Mulai Terbuka untuk Siswa Perempuan
Harpur Trust menilai dunia pendidikan terus mengalami perubahan. Karena itu, sekolah perlu menyesuaikan diri dengan kebutuhan generasi saat ini maupun masa depan.
Selain memperluas kesempatan pendidikan, pembukaan bagi siswa perempuan diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi seluruh komunitas sekolah.
Perubahan ini sekaligus menunjukkan bagaimana sekolah-sekolah di Inggris mulai beradaptasi dengan model pendidikan yang lebih inklusif.
Dibangun Bersamaan dengan Pengembangan Fasilitas
Transformasi Bedford School tidak hanya berkaitan dengan penerimaan siswa perempuan. Harpur Trust juga menyiapkan sejumlah pengembangan fasilitas pendidikan dalam 12 bulan ke depan.
Di Bedford Girls’ School, misalnya, akan dikembangkan pusat musik dan ruang resital. Investasi juga diarahkan untuk program olahraga serta layanan bimbingan dan konseling.
Sementara itu, Bedford Modern School sedang melakukan renovasi sejumlah ruangan. Fasilitas baru yang disiapkan antara lain area penerimaan siswa serta ruang ibadah yang dapat digunakan oleh berbagai agama.
Pengembangan juga dilakukan di Pilgrims Pre-Preparatory School. Keluarga yang memenuhi ketentuan dapat memperoleh akses layanan penitipan anak gratis selama 30 jam setiap minggu melalui program pemerintah Inggris.
Mengapa Masih Ada Sekolah Khusus Laki-laki?
Sekolah khusus laki-laki sebenarnya semakin jarang ditemukan di Inggris. Banyak sekolah yang sebelumnya hanya menerima satu gender telah berubah menjadi sekolah campuran.
Meski begitu, sebagian sekolah masih mempertahankan sistem tersebut. Salah satu alasan yang kerap dikemukakan adalah anggapan bahwa siswa laki-laki dapat belajar lebih fokus dalam lingkungan yang dirancang khusus untuk mereka.
Ada pula pandangan bahwa sekolah khusus laki-laki dapat memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan serta mendapatkan pendampingan yang lebih terarah sesuai kebutuhan mereka.
Namun, perkembangan sistem pendidikan membuat semakin banyak sekolah mengevaluasi kembali model tersebut. Bedford School menjadi salah satu contoh bagaimana institusi pendidikan berusia ratusan tahun akhirnya mengambil langkah menuju pendidikan yang lebih terbuka. (RFA)









