PrakarsaWarga.Com – SAMPANG, Jawa Timur — Warga dan pegiat sosial meminta instansi terkait memeriksa kualitas proyek irigasi senilai sekitar Rp195 juta di Desa Buker Jaya, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang. Permintaan itu muncul setelah sejumlah bagian saluran yang baru dikerjakan dilaporkan mengalami retak dan pecah.
Pemeriksaan diminta dilakukan sebelum pekerjaan dinyatakan rampung dan diserahterimakan. Mereka juga menghendaki audit untuk memastikan pelaksanaan proyek sesuai dengan spesifikasi teknis serta ketentuan penggunaan anggaran pemerintah.
Kerusakan ditemukan pada sejumlah titik di sepanjang jalur pekerjaan. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran warga dan petani terhadap mutu serta ketahanan saluran yang diharapkan menunjang penyaluran air ke lahan pertanian setempat.
Pembangunan saluran tersebut merupakan bagian dari Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) tahun 2026. Pengelolaannya dilaksanakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Buker Jaya.
Proyek ini berada dalam lingkup Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.
Merujuk papan informasi di lokasi, pekerjaan berlangsung di Daerah Irigasi (DI) Buker. Titik lokasinya tercatat pada koordinat sekitar 113,1840 derajat bujur timur dan 7,1183 derajat lintang selatan.
Penyebab retak dan pecahnya saluran belum mendapat penjelasan dari Kementerian Pekerjaan Umum, BBWS Brantas, maupun Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Brantas. Belum ada pula keterangan dari instansi tersebut mengenai apakah pemeriksaan pekerjaan di lokasi telah dilakukan.
Pihak pelaksana proyek juga belum memberikan penjelasan terkait kondisi fisik saluran yang menjadi sorotan.
P3-TGAI ditujukan untuk meningkatkan tata guna air irigasi dengan memberdayakan masyarakat petani dan kelembagaan P3A. Karena itu, kualitas bangunan menjadi perhatian warga agar proyek tersebut dapat mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian di Buker Jaya.
Warga berharap instansi terkait segera melakukan verifikasi teknis di lapangan. Apabila ditemukan pekerjaan yang tidak memenuhi spesifikasi, mereka meminta adanya tindakan dari pihak yang berwenang.
Redaksi memberi kesempatan kepada Kementerian Pekerjaan Umum, BBWS Brantas, P3A Buker Jaya, serta pihak terkait lainnya untuk menyampaikan penjelasan mengenai pelaksanaan proyek dan kondisi saluran irigasi tersebut. (Roikin)






