PrakarsaWarga.Com – Kasus dugaan peretasan email milik Betrand Peto kembali menjadi sorotan setelah video pribadi yang dikaitkan dengan akun tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya TikTok. Kuasa hukum Betrand, Timothy Ezra Simanjuntak, mengungkapkan adanya sejumlah kejanggalan yang diduga terjadi sebelum kebocoran data tersebut diketahui.
Ezra menduga akses ilegal terhadap email Betrand telah berlangsung selama beberapa bulan. Namun, dugaan aktivitas mencurigakan itu baru mendapat perhatian serius setelah data pribadi kliennya tersebar di media sosial.
Menurut Ezra, Betrand sebelumnya sempat menerima sejumlah notifikasi autentikasi atau verifikasi pada perangkatnya. Saat itu, notifikasi tersebut belum dianggap sebagai tanda adanya pembobolan akun.
“Ya, mungkin dari beberapa bulan. Baru dipahami sekarang, baru dipahami kok pas bocor baru dicek-cek,” ujar Ezra Simanjuntak di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (2/11/2026).
Muncul Notifikasi Verifikasi Sebelum Data Bocor
Ezra menjelaskan, notifikasi verifikasi yang berulang menjadi salah satu hal yang kini diperhatikan dalam proses penelusuran dugaan peretasan email Betrand Peto.
Kliennya disebut sempat menerima pemberitahuan autentikasi tambahan. Akan tetapi, aktivitas tersebut awalnya tidak dianggap sebagai sesuatu yang berbahaya.
“Sempat ada notifikasi masuk, mungkin klien kami menganggap itu tidak masalah. Ternyata sudah banyak notifikasi untuk autentikasi verifikasi yang kedua. Tapi klien kami baru paham setelah datanya bocor,” jelasnya.
Setelah kebocoran data terjadi, pihak Betrand mulai memeriksa aktivitas akun untuk mengetahui kemungkinan adanya akses tanpa izin. Penelusuran juga masih dilakukan guna memastikan apakah terdapat akun email lain yang berkaitan dengan proses verifikasi dua langkah.
Betrand Peto Disebut Mengalami Kerugian Immateriil
Terkait dampak yang ditimbulkan, Ezra menyebut kerugian yang dialami Betrand sejauh ini berupa kerugian immateriil. Meski demikian, pihaknya masih mengkaji berbagai kemungkinan yang berkaitan dengan dugaan akses ilegal tersebut.
“Kerugiannya pastinya immateriil. Dan ini lagi masih dikaji apakah ada email-email lain yang juga di-input dalam verifikasi nomor dua lagi,” tuturnya.
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui bagaimana akses terhadap akun tersebut diduga terjadi dan apakah ada akun lain yang turut terlibat dalam proses autentikasi.
Kuasa Hukum Tegaskan Pertanggungjawaban Hukum Bersifat Individual
Dalam kesempatan yang sama, Ezra juga menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan keterlibatan orang terdekat Betrand Peto, termasuk pihak yang memiliki hubungan keluarga dengannya.
Ia menegaskan bahwa Betrand kini telah masuk kategori dewasa dan memiliki kecakapan hukum. Menurutnya, setiap individu tetap memiliki pertanggungjawaban hukum masing-masing atas tindakan yang dilakukan.
“Ini udah sama-sama di atas umur, udah cukup kategori dewasa. Posisinya itu sih kata kuncinya. Ini udah dewasa, udah cukup cakap hukum. Jadi sudah terpisah pertanggungjawabannya,” pungkas Ezra.
Meski demikian, dugaan keterlibatan pihak tertentu masih perlu dibuktikan melalui proses hukum. Tidak ada pihak yang dapat dinyatakan bersalah hanya berdasarkan dugaan sebelum adanya pembuktian yang sah.
Ruben Onsu Laporkan Dugaan Peretasan Email Betrand Peto
Sebelumnya, Ruben Onsu, ayah Betrand Peto, telah melaporkan dugaan akses ilegal terhadap akun email putranya ke Polda Metro Jaya pada 11 Oktober 2026.
Laporan tersebut mencakup dugaan akses ilegal terhadap akun email Betrand Peto serta penyebaran foto dan video pribadi tanpa izin. Selain itu, terdapat dugaan pencemaran nama baik yang berkaitan dengan rekaman video call.
Laporan itu tercatat dengan nomor STTLP/B/7627. Pihak pelapor juga mengungkap dugaan keterkaitan sebuah alamat email dan dua nomor telepon dengan akses terhadap akun Betrand.
Hingga kini, penelusuran kasus tersebut menjadi bagian penting untuk mengungkap bagaimana dugaan akses ilegal terjadi, bagaimana data pribadi dapat tersebar, serta siapa saja yang bertanggung jawab apabila pelanggaran hukum terbukti.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap notifikasi login yang tidak dikenal, menjaga keamanan email, serta mengaktifkan fitur perlindungan akun guna mengurangi risiko akses tanpa izin.
Kata kunci SEO: Betrand Peto, email Betrand Peto diretas, video pribadi Betrand Peto, Ruben Onsu, dugaan peretasan email, Polda Metro Jaya.









