PrakarsaWarga.Com – Pemerintah bersiap merealisasikan proyek ambisius Giant Sea Wall (GSW) atau tanggul laut raksasa di sepanjang Pantai Utara Jawa (Pantura). Proyek strategis nasional ini diproyeksikan menelan investasi fantastis hingga USD 80–100 miliar atau setara Rp1.677 triliun.
Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) menyebut proyek ini menjadi langkah jangka panjang untuk melindungi jutaan warga dan aset negara dari ancaman banjir rob hingga penurunan muka tanah. Berikut rangkuman 7 fakta penting terkait pembangunan Giant Sea Wall.
- Anggaran Capai USD 100 Miliar, Gabungan APBN dan Investor
Pembangunan Giant Sea Wall diperkirakan membutuhkan dana antara USD 80 hingga 100 miliar. Skema pembiayaan dirancang melalui kombinasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta dukungan investor, baik dari dalam maupun luar negeri.
Meski begitu, hingga saat ini belum ada investor yang resmi masuk. Pemerintah masih melakukan pendalaman kajian agar proyek ini tidak membebani fiskal negara.
- Dibangun untuk Ketahanan Hingga 300 Tahun
Proyek ini bukan solusi jangka pendek. Pemerintah menargetkan tanggul laut raksasa tersebut memiliki daya tahan hingga 300 tahun.
GSW akan membentang sepanjang 535 kilometer, mencakup lima provinsi: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Wilayah terdampak meliputi lima kota dan 25 kabupaten.
- Jakarta Jadi Prioritas Awal
Untuk wilayah Jakarta, pembangunan akan dibagi menjadi dua sisi, timur dan barat. Di antara kedua tanggul akan dibangun jembatan penghubung serta waduk retensi yang berpotensi menjadi sumber air baku ibu kota.
Kajian proyek ini juga melibatkan para akademisi dan pakar lingkungan guna memastikan solusi yang komprehensif terhadap persoalan abrasi.
- Master Plan Sedang Disusun
Saat ini, proyek masih berada pada tahap penyusunan master plan dan naskah akademik. Dokumen tersebut akan menjadi dasar perencanaan teknis sekaligus acuan eksekusi proyek secara bertahap di kawasan Pantura.
Tenaga ahli dari dalam dan luar negeri dilibatkan untuk memastikan perencanaan matang dan berkelanjutan.
- Lindungi 17–20 Juta Penduduk
Giant Sea Wall dirancang untuk melindungi sekitar 17 hingga 20 juta penduduk yang tinggal di kawasan pesisir Pantura.
Tak hanya itu, proyek ini juga bertujuan menjaga aset nasional dengan nilai mencapai sekitar USD 368 miliar dari potensi kerusakan akibat banjir rob dan penurunan tanah.
- Solusi Banjir Rob dan Penurunan Tanah
Penurunan muka tanah dan banjir rob menjadi persoalan serius di Pantura, khususnya Jakarta. GSW diharapkan menjadi solusi terintegrasi, termasuk mengatasi masalah degradasi lingkungan dan tersendatnya aliran air.
Konsepnya merujuk pada pengalaman negara seperti Belanda yang telah puluhan tahun sukses membangun sistem tanggul dan hidup di bawah permukaan laut.
- Target Groundbreaking September 2026
Untuk wilayah Jakarta, peletakan batu pertama (groundbreaking) ditargetkan berlangsung pada September 2026.
Khusus pembangunan di Jakarta, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp123 triliun berdasarkan kajian Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Proyek Giant Sea Wall menjadi salah satu proyek infrastruktur terbesar dalam sejarah Indonesia. Dengan cakupan lintas provinsi dan nilai investasi jumbo, keberhasilan proyek ini akan sangat menentukan masa depan kawasan pesisir Pantura dalam menghadapi ancaman perubahan iklim dan penurunan muka tanah.



