PrakarsaWarga.Com – Google terus meningkatkan sistem keamanan akun dengan menghadirkan metode login baru berbasis video selfie. Fitur ini mulai tersedia bagi sejumlah pengguna, termasuk di Indonesia, sebagai alternatif ketika tidak dapat mengakses perangkat utama yang biasa digunakan untuk masuk ke akun Google.
Kehadiran fitur ini menjadi solusi bagi pengguna yang kehilangan ponsel, tidak membawa perangkat terpercaya, atau mengalami kendala saat menggunakan metode verifikasi yang sudah ada.
Video Selfie Jadi Opsi Cadangan Login Google
Metode login menggunakan video selfie bukan menggantikan sistem keamanan yang sudah ada, melainkan menjadi opsi cadangan untuk membantu proses verifikasi identitas.
Fitur tersebut kini dapat ditemukan pada menu Security & sign-in di halaman pengaturan Akun Google. Pengguna yang telah mendapatkan pembaruan dapat langsung mengaktifkannya sebagai salah satu metode masuk ke akun.
Secara bawaan, video selfie hanya digunakan untuk proses autentikasi. Namun, Google juga memberikan pilihan kepada pengguna yang ingin secara sukarela mengizinkan data tersebut dipakai untuk membantu meningkatkan teknologi verifikasi di masa mendatang.
Meski demikian, pengguna tetap memiliki kendali penuh terhadap data yang disimpan. Video selfie dapat dihapus kapan saja melalui pengaturan akun Google.
Cara Mengaktifkan Login dengan Video Selfie
Untuk mulai menggunakan fitur ini, pengguna perlu membuka halaman My Google Account, kemudian masuk ke menu Security & sign-in.
Pada bagian How you sign in to Google, pilih opsi Video selfie, lalu tekan tombol Continue untuk memulai proses pendaftaran wajah.
Jika perangkat yang digunakan memiliki kamera, perekaman dapat dilakukan secara langsung. Namun, apabila menggunakan komputer tanpa kamera, Google akan menampilkan kode QR yang dapat dipindai menggunakan ponsel agar proses perekaman bisa dilanjutkan.
Selama proses verifikasi, pengguna diminta melepas kacamata hitam, masker, atau penutup wajah lainnya. Google juga menyarankan agar perekaman dilakukan tanpa kehadiran orang lain di depan kamera agar hasil verifikasi lebih akurat.
Pengguna Diminta Melakukan Gerakan Kepala
Saat merekam video selfie, Google akan meminta pengguna mengikuti beberapa instruksi sederhana, seperti menggerakkan kepala ke arah tertentu.
Langkah ini bertujuan memastikan bahwa video benar-benar direkam secara langsung (live), sehingga dapat mengurangi risiko penyalahgunaan menggunakan foto atau rekaman video statis.
Dibekali Perlindungan dari Deepfake
Google menyatakan bahwa fitur login video selfie dikembangkan dengan mengedepankan aspek privasi dan keamanan pengguna.
Perusahaan juga menambahkan berbagai lapisan perlindungan untuk mencegah penyamaran identitas. Sistem verifikasi dirancang mampu mendeteksi upaya penggunaan foto palsu, rekaman video, hingga konten hasil manipulasi berbasis kecerdasan buatan atau deepfake.
Dengan teknologi tersebut, Google berharap proses login menjadi lebih aman tanpa mengurangi kenyamanan pengguna saat mengakses akun mereka.
Perkuat Keamanan Akun Google
Hadirnya login menggunakan video selfie menunjukkan komitmen Google dalam memperkuat perlindungan akun di tengah meningkatnya ancaman siber dan penyalahgunaan identitas digital.
Dengan adanya opsi verifikasi tambahan ini, pengguna memiliki alternatif yang lebih praktis ketika kehilangan akses ke perangkat utama, sekaligus tetap mendapatkan perlindungan berlapis saat masuk ke akun Google.







