PrakarsaWarga.Com – AI kini semakin pintar membantu aktivitas sehari-hari. Tak hanya menjawab pertanyaan atau membuat konten, teknologi kecerdasan buatan terbaru kini mampu mengenali koleksi pakaian yang tersimpan di galeri ponsel, lalu menyusunnya menjadi lemari digital lengkap dengan rekomendasi outfit.
Inovasi tersebut diperlihatkan oleh seorang pengembang bernama Thijs Simonian melalui akun X (dulu Twitter) @cdngdev. Dalam eksperimennya, ia memanfaatkan model AI terbaru OpenAI, GPT-5.6 Sol, untuk memindai seluruh foto pakaian yang tersimpan di galeri ponselnya.
Hasilnya, AI berhasil mengidentifikasi berbagai jenis pakaian, mulai dari kaus, celana, jaket, sepatu hingga aksesori. Semua item kemudian dikumpulkan dalam satu katalog digital yang menyerupai lemari pakaian virtual.
AI Mengubah Galeri Foto Menjadi Lemari Virtual
Menurut Thijs, proses dimulai dengan memberikan akses AI ke galeri foto atau folder yang berisi berbagai dokumentasi pakaian yang pernah dikenakan. AI kemudian mengekstrak setiap item pakaian dari foto-foto tersebut.
Meski proses pemindaian membutuhkan waktu cukup lama, hasil akhirnya dinilai sangat membantu. Pengguna dapat melihat seluruh koleksi pakaian dalam satu tampilan yang rapi tanpa harus membuka foto satu per satu.
Tak hanya itu, AI juga mengelompokkan pakaian berdasarkan kategori sehingga lebih mudah dicari ketika ingin menentukan busana yang akan dikenakan.
Bisa Rekomendasikan Mix and Match Outfit
Keunggulan lain dari proyek ini adalah kemampuannya menyusun kombinasi outfit. Setelah semua pakaian berhasil dikenali, sistem dapat memberikan rekomendasi perpaduan baju, celana, sepatu, hingga aksesori yang cocok dipakai.
Fitur tersebut dibuat menggunakan model pembuat gambar GPT-Image, sehingga pengguna bisa melihat simulasi tampilan outfit sebelum benar-benar mengenakannya.
Dalam tampilan lemari virtual, tersedia menu khusus bernama Outfits yang memperlihatkan hasil mix and match pakaian secara visual layaknya katalog fashion digital.
Terinspirasi dari Aplikasi Pengelola Lemari
Thijs mengungkapkan bahwa ide tersebut berawal dari aplikasi pengelola lemari digital Aesty. Sebelumnya ia telah mendokumentasikan sebagian koleksi pakaiannya menggunakan aplikasi tersebut.
Namun, ia ingin menghadirkan alternatif yang lebih fleksibel dan dapat digunakan secara gratis dengan memanfaatkan kemampuan Codex serta GPT-5.6 Sol.
Panduan lengkap mengenai cara membuat lemari virtual berbasis AI itu juga telah ia bagikan melalui GitHub agar bisa dicoba oleh pengembang maupun pengguna lain.
Sam Altman Ikut Mengapresiasi
Eksperimen tersebut menarik perhatian CEO OpenAI, Sam Altman. Melalui akun X pribadinya, Altman memberikan apresiasi terhadap proyek yang dibuat Thijs.
Menurutnya, ide seperti ini menunjukkan bagaimana kecerdasan buatan mampu mempercepat proses pembuatan aplikasi yang sebelumnya membutuhkan waktu, biaya, dan sumber daya lebih besar.
Altman juga sebelumnya mengajak para pengguna GPT-5.6 Sol untuk memamerkan berbagai proyek kreatif yang mereka bangun menggunakan model AI terbaru tersebut. Ia bahkan menyiapkan hadiah khusus dari arsip OpenAI bagi proyek paling menarik.
AI Semakin Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari
Eksperimen ini menjadi gambaran bagaimana perkembangan AI generatif kini tidak lagi sebatas chatbot. Teknologi tersebut mulai bertransformasi menjadi asisten pribadi yang dapat membantu berbagai aktivitas harian, termasuk mengelola lemari pakaian, menyusun koleksi busana secara otomatis, hingga memberikan rekomendasi outfit sesuai pakaian yang telah dimiliki pengguna.
Ke depan, kemampuan AI semacam ini diperkirakan akan semakin berkembang dan menjadi bagian dari berbagai aplikasi gaya hidup yang memudahkan pengguna dalam mengatur penampilan sehari-hari.







