150 Siswa dan Guru di Tana Toraja Diduga Keracunan, Satgas MBG Ungkap Waktu Munculnya Gejala

Prakasawarga.com – Sebanyak 150 siswa dan guru SMP di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan makanan. Peristiwa tersebut dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, Satuan Tugas (Satgas) MBG Tana Toraja meminta masyarakat tidak langsung menyimpulkan bahwa makanan MBG yang dibagikan pada Kamis (3/9/2026) menjadi penyebab kejadian tersebut.

Ketua Satgas MBG Tana Toraja, Rudhy Andi Lolo, menjelaskan bahwa makanan MBG untuk Kamis belum dikonsumsi oleh para siswa maupun guru ketika gejala mulai menjadi perhatian.

Menurutnya, jika memang kejadian tersebut berkaitan dengan makanan MBG, maka makanan yang perlu diperiksa adalah menu yang dikonsumsi sehari sebelumnya, yakni pada Rabu (2/9/2026).

“Artinya bahwa dugaan kalau itu disebabkan oleh makanan MBG mungkin makanan yang kemarin (edisi Rabu 2 September 2026). Makanan yang dia makan kemarin, bukan hari ini, karena kan belum makan hari ini,” ujar Rudhy, Kamis (3/9/2026).

Gejala Muncul Sehari Setelah Konsumsi Makanan

Rudhy menekankan adanya jeda waktu antara konsumsi makanan dan munculnya gejala yang dialami para siswa serta guru.

Karena makanan MBG untuk Kamis belum dikonsumsi, pihaknya menilai dugaan penyebab harus diarahkan pada makanan yang dikonsumsi sebelumnya.

Meski demikian, penyebab pasti kondisi yang dialami sekitar 150 siswa dan guru tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Ratusan Siswa dan Guru Mendapat Perawatan

Para siswa dan guru yang mengalami keluhan kemudian mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Kejadian ini menjadi perhatian karena melibatkan jumlah korban yang cukup banyak dan terjadi di lingkungan sekolah.

Program MBG sendiri merupakan program penyediaan makanan bagi penerima manfaat, termasuk pelajar. Karena itu, aspek keamanan dan kualitas makanan menjadi hal penting dalam setiap proses penyediaannya.

Pihak terkait masih perlu melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah keluhan yang dialami para siswa dan guru benar-benar disebabkan oleh makanan MBG atau faktor lainnya.

Hingga saat ini, dugaan keterkaitan dengan menu MBG pada Rabu (2/9/2026) masih menjadi bagian dari penelusuran dan belum dapat dianggap sebagai penyebab yang telah terbukti.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Lautaro Martinez Tegaskan Pilihan: Bertahan di Inter Milan, Bukan Barcelona

Lautaro Martinez Tegaskan Pilihan: Bertahan di Inter Milan, Bukan Barcelona

Dani Olmo Soroti Sikap Atletico Madrid soal Julian Alvarez ke Barcelona

Dani Olmo Soroti Sikap Atletico Madrid soal Julian Alvarez ke Barcelona

Sesak Saat Naik Tangga Jangan Diabaikan, Bisa Berkaitan dengan Gangguan Irama Jantung

Sesak Saat Naik Tangga Jangan Diabaikan, Bisa Berkaitan dengan Gangguan Irama Jantung

Air Lemon Bukan Pembakar Lemak Perut, Ini Penjelasan Ahli

Air Lemon Bukan Pembakar Lemak Perut, Ini Penjelasan Ahli

Sanksi AS Hentikan TOEFL dan GRE di Iran, Pelajar Terancam Kehilangan Kesempatan Kuliah

Sanksi AS Hentikan TOEFL dan GRE di Iran, Pelajar Terancam Kehilangan Kesempatan Kuliah

150 Siswa dan Guru di Tana Toraja Diduga Keracunan, Satgas MBG Ungkap Waktu Munculnya Gejala

150 Siswa dan Guru di Tana Toraja Diduga Keracunan, Satgas MBG Ungkap Waktu Munculnya Gejala