
PrakarsaWarga.Com — Pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi sekolah di Jakarta kembali diperpanjang hingga Selasa (8/9/2026). Kebijakan ini diambil karena abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau masih ditemukan di sejumlah wilayah Jakarta.
Meski kondisi abu vulkanik disebut sudah mengalami penurunan, Pemprov DKI Jakarta masih membutuhkan waktu untuk memastikan situasi benar-benar kondusif bagi kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan keputusan tersebut diambil setelah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Menurutnya, kondisi abu vulkanik memang sudah jauh membaik. Namun, masih adanya abu di beberapa wilayah membuat PJJ diperpanjang selama satu hari.
Pramono juga meminta Dinas Pendidikan segera menerbitkan surat edaran sebagai dasar pelaksanaan PJJ di sekolah-sekolah Jakarta.
Aktivitas Anak Krakatau Masih Tinggi
Perpanjangan PJJ dilakukan di tengah aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih tinggi.
Badan Geologi Kementerian ESDM melaporkan masih terekam sejumlah gempa yang berkaitan dengan aktivitas vulkanik gunung tersebut. Kondisi ini menunjukkan potensi erupsi masih ada dan dapat terjadi sewaktu-waktu.
Pemantauan dilakukan secara intensif melalui Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau di Pasauran, Banten, dan Kalianda, Lampung.
Dalam pemantauan pada Selasa (8/9/2026) pukul 06.00-12.00 WIB, tercatat 17 gempa low frequency, 23 gempa hybrid, serta 9 tremor harmonik dan tremor menerus.
Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.
ASN Jakarta Tetap Masuk Kantor
Meskipun sekolah masih menerapkan PJJ, Pemprov DKI Jakarta tidak memberlakukan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).
Pramono mengatakan kondisi di Jakarta sudah membaik sehingga ASN tetap bekerja seperti biasa. Pemprov DKI hanya mengingatkan penggunaan masker sebagai salah satu langkah perlindungan.
Dengan demikian, kebijakan tambahan akibat abu vulkanik untuk sementara hanya diterapkan pada kegiatan pembelajaran di sekolah.
Pemprov Operasikan Water Mist dan Bagikan Masker
Pemprov DKI Jakarta juga masih melakukan sejumlah langkah untuk mengurangi dampak abu vulkanik.
Salah satunya dengan mengoperasikan fasilitas water mist hingga kondisi dinilai lebih aman. Gedung-gedung yang memiliki fasilitas serupa juga diminta ikut mengoperasikannya.
Selain itu, pembagian masker kepada masyarakat di sejumlah tempat umum tetap dilakukan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI menghadapi dampak abu vulkanik sekaligus menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan.
PJJ Diperpanjang, Sekolah Tetap Pantau Kondisi
Perpanjangan PJJ menjadi langkah sementara sambil pemerintah memantau perkembangan kondisi abu vulkanik di Jakarta dan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Sekolah dan masyarakat diharapkan mengikuti informasi serta arahan resmi pemerintah, terutama jika terjadi perubahan kondisi vulkanik maupun kualitas udara. (RFA)







