PrakarsaWarga.Com – Program “Mudik ke Jakarta” yang digagas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat capaian ekonomi yang signifikan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa nilai transaksi dari program ini telah mencapai Rp 21 triliun menjelang akhir Maret 2026.
Program yang pertama kali diluncurkan tahun ini menghadirkan berbagai kolaborasi dengan sektor transportasi, pariwisata, hingga ritel. Sejumlah mitra seperti Citilink dan KAI turut berkontribusi melalui promo perjalanan yang menarik minat masyarakat untuk datang ke Jakarta pascalibur Lebaran.
Menurut Pramono, angka transaksi tersebut masih berpotensi meningkat hingga menyentuh Rp 25 triliun sebelum program berakhir pada 31 Maret. Optimisme ini didukung oleh tingginya antusiasme masyarakat yang memanfaatkan paket wisata dan diskon belanja yang ditawarkan.
Tak hanya warga lokal, program ini juga menginspirasi sejumlah daerah lain. Kota seperti Semarang dan Surabaya mulai mengadopsi konsep serupa untuk mendorong perputaran ekonomi di wilayah masing-masing, meskipun skalanya masih lebih kecil.
Lonjakan kunjungan wisatawan juga terlihat di berbagai destinasi unggulan ibu kota. Tempat-tempat populer seperti Monas, Ragunan, dan Ancol mencatat peningkatan jumlah pengunjung secara signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai program ini berhasil menjadi strategi efektif dalam mendorong pemulihan ekonomi pascalibur Lebaran. Selain meningkatkan transaksi, program ini juga menjaga aktivitas sektor pariwisata dan perdagangan tetap hidup.
Dengan tren positif yang terus berlanjut, “Mudik ke Jakarta” diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat daya tarik ekonomi dan wisata ibu kota.

