Tenun Ikat Tanimbar Jadi Sumber Penghasilan Warga Desa Tawiri

PrakarsaWarga.Com – Kain tenun ikat Tanimbar tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan budaya Maluku, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Hal ini terlihat dari aktivitas Kelompok Tenun Ikat Mawar di Desa Tawiri, Ambon.

Para perajin masih mempertahankan teknik menenun secara tradisional dalam menghasilkan kain ikat Tanimbar. Menariknya, proses produksi memanfaatkan pewarna alami sehingga menghasilkan motif dan warna yang menjadi ciri khas kain tenun tersebut.

Selain kain, kelompok perajin juga mengembangkan berbagai produk aksesori berbahan tenun. Kreativitas tersebut membuat kain tradisional tidak hanya digunakan sebagai pakaian atau kain adat, tetapi juga memiliki nilai jual yang lebih luas.

Kegiatan menenun turut memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar. Dari usaha tersebut, rata-rata pendapatan yang diperoleh setiap perajin dapat mencapai sekitar Rp3 juta per bulan.

Keberadaan Kelompok Tenun Ikat Mawar sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat. Tradisi menenun yang diwariskan secara turun-temurun kini menjadi salah satu peluang usaha bagi warga Desa Tawiri.

Dengan terus dikembangkan dan dipasarkan secara lebih luas, tenun ikat Tanimbar berpotensi semakin dikenal sekaligus membantu meningkatkan perekonomian perajin lokal di Maluku.

Related Posts

Investasi Surabaya Capai Rp23,6 Triliun pada Semester I 2026, Dorong Ekonomi dan Lapangan Kerja

PrakarsaWarga.Com – Realisasi…

Continue reading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Kirana Larasati Putus Kerja Sama dengan Nellava, Ini Alasannya

Kirana Larasati Putus Kerja Sama dengan Nellava, Ini Alasannya

Kirana Larasati Siap Beri Keterangan soal Dugaan Penipuan Investasi Emas Rp 25 Miliar

Kirana Larasati Siap Beri Keterangan soal Dugaan Penipuan Investasi Emas Rp 25 Miliar

Peta Dunia di Buku Sekolah Bisa Menyesatkan? Ini Perbedaan Mercator dan Equal Earth

Peta Dunia di Buku Sekolah Bisa Menyesatkan? Ini Perbedaan Mercator dan Equal Earth

UI Perketat Publikasi Ilmiah, Dosen yang Terbitkan Artikel di Jurnal Predator Bisa Kena Sanksi

UI Perketat Publikasi Ilmiah, Dosen yang Terbitkan Artikel di Jurnal Predator Bisa Kena Sanksi

DPR Tutup Masa Sidang, Puan Maharani Soroti Nasib Pekerja Kontrak hingga Pengawasan Lapas

DPR Tutup Masa Sidang, Puan Maharani Soroti Nasib Pekerja Kontrak hingga Pengawasan Lapas

BRAN Percepat Pembenahan Organisasi, Dedi Prasetyo Pastikan Reforma Agraria Lebih Efektif

BRAN Percepat Pembenahan Organisasi, Dedi Prasetyo Pastikan Reforma Agraria Lebih Efektif