Investasi Surabaya Capai Rp23,6 Triliun pada Semester I 2026, Dorong Ekonomi dan Lapangan Kerja

PrakarsaWarga.Com – Realisasi investasi Kota Surabaya mencapai Rp23,608 triliun hingga semester I 2026. Capaian tersebut setara sekitar 53,34 persen dari target investasi tahunan sebesar Rp44,26 triliun. Pertumbuhan ini diharapkan mampu memperkuat perekonomian daerah, meningkatkan aktivitas usaha, serta membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Surabaya, realisasi investasi tersebut berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA). Secara keseluruhan, investasi itu mencakup 68.840 proyek di berbagai sektor usaha.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan realisasi investasi hingga triwulan II 2026 telah melampaui separuh target yang ditetapkan pemerintah kota.

“Untuk investasi dari target Rp44,26 triliun (2026), kita sudah lebih dari 50 persen di triwulan II,” kata Eri dalam keterangannya, Jumat (9/10/2026).

Pemkot Surabaya Permudah Perizinan dengan Teknologi AI

Untuk menjaga pertumbuhan investasi, Pemerintah Kota Surabaya terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelaku usaha. Salah satu upayanya adalah mengintegrasikan sistem pelayanan berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) serta menyediakan Klinik Investasi bagi calon investor.

Melalui sistem tersebut, proses perizinan dapat dipantau secara langsung, mulai dari jumlah permohonan yang masuk hingga izin yang telah diselesaikan. Pemohon juga dapat memantau perkembangan proses perizinan melalui ponsel pintar.

Selain itu, Klinik Investasi hadir untuk memberikan pendampingan kepada investor. Layanan ini mencakup konsultasi perhitungan titik impas atau Break Even Point (BEP) hingga perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan.

Menurut Eri, kemudahan layanan, transparansi, dan kepastian hukum menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan investor. Pemerintah kota ingin memastikan proses investasi berjalan sesuai ketentuan tanpa adanya biaya di luar aturan.

“Ketika ada kepastian dan tidak ada biaya di luar ketentuan, trust atau kepercayaan investor akan terbangun. Hasilnya investasi bergerak dan perekonomian Surabaya ikut tumbuh,” ujarnya.

Pemkot Surabaya menargetkan realisasi investasi sepanjang 2026 mencapai sekitar Rp44 triliun. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian pada tahun-tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp30 triliun hingga Rp40 triliun.

Eri berharap berbagai inovasi pelayanan yang dilakukan pemerintah kota dapat mendukung pencapaian target tersebut sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Realisasi Investasi Tumbuh 6,06 Persen

Kepala DPMPTSP Kota Surabaya, Lasidi, menjelaskan bahwa realisasi investasi pada semester I 2026 telah melampaui target periode yang ditetapkan sebesar Rp22 triliun.

Nilai investasi sebesar Rp23,608 triliun tersebut meningkat 6,06 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, ketika realisasi investasi tercatat sebesar Rp22,177 triliun.

Peningkatan ini menunjukkan aktivitas penanaman modal di Surabaya masih tumbuh positif. Dari total realisasi tersebut, PMDN menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp21,974 triliun dari 67.625 proyek.

Sementara itu, investasi PMA mencapai Rp1,633 triliun yang berasal dari 1.215 proyek. Dengan demikian, total proyek investasi yang tercatat di Surabaya hingga semester I 2026 mencapai 68.840 proyek.

Enam Sektor Penyumbang Investasi Terbesar di Surabaya

Berdasarkan data DPMPTSP, investasi Surabaya tersebar di sejumlah sektor usaha. Bidang usaha lainnya menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp7,869 triliun dari 28.186 proyek.

Sektor perdagangan dan reparasi berada di urutan berikutnya dengan investasi Rp3,665 triliun dari 30.255 proyek. Selanjutnya, sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi mencatat investasi Rp3,219 triliun dari 1.085 proyek.

Adapun sektor jasa lainnya membukukan investasi Rp3,116 triliun melalui 8.651 proyek. Sektor pertambangan menyumbang Rp2,929 triliun dari 75 proyek, sedangkan sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran mencatat investasi Rp2,806 triliun dari 588 proyek.

Besarnya nilai investasi di berbagai sektor tersebut memperlihatkan luasnya aktivitas ekonomi yang berkembang di Kota Surabaya.

Singapura Menjadi Investor Asing Terbesar

Untuk penanaman modal asing, Singapura menjadi negara dengan nilai investasi terbesar di Surabaya selama semester I 2026. Nilainya mencapai Rp409,79 miliar dari 253 proyek.

Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menempati posisi berikutnya dengan investasi Rp365,76 miliar dari 510 proyek. Malaysia menyusul dengan nilai Rp302,42 miliar dari 16 proyek.

Sementara itu, Korea Selatan mencatat investasi Rp172,35 miliar dari 42 proyek, sedangkan Belanda menyumbang Rp136 miliar dari 15 proyek.

Gabungan negara lainnya turut memberikan kontribusi sebesar Rp247,06 miliar melalui 379 proyek. Secara keseluruhan, investasi asing di Surabaya mencapai Rp1,633 triliun dari 1.215 proyek.

## Investasi Diharapkan Membuka Lapangan Kerja dan Menggerakkan UMKM

Eri Cahyadi menegaskan, keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya modal yang masuk ke daerah. Lebih dari itu, investasi diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, masuknya investor akan mendorong kebutuhan tenaga kerja yang dapat dipenuhi oleh warga Surabaya. Aktivitas usaha juga menciptakan permintaan terhadap berbagai kebutuhan operasional, termasuk makanan dan layanan pendukung lainnya.

Kondisi tersebut dinilai dapat memberikan peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan penjualan serta memperluas pasar.

Dengan demikian, pertumbuhan investasi tidak hanya menguntungkan perusahaan yang menanamkan modal, tetapi juga berpotensi menggerakkan rantai ekonomi lokal.

DPMPTSP Siapkan Strategi untuk Mengejar Target Investasi 2026

Memasuki semester II 2026, DPMPTSP Surabaya menyiapkan sejumlah langkah untuk mempertahankan pertumbuhan investasi sekaligus mengejar target tahunan.

Salah satu fokusnya adalah meningkatkan pendampingan kepada pelaku usaha dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Pendampingan dilakukan melalui layanan konsultasi daring, penyebaran informasi melalui videotron dan media sosial, serta sosialisasi bersama asosiasi pelaku usaha.

DPMPTSP juga mengadakan bimbingan teknis mengenai tata cara pelaporan LKPM dan memberikan pendampingan langsung ke lokasi usaha. Langkah ini bertujuan membantu pelaku usaha memenuhi kewajiban pelaporan sesuai ketentuan.

Di sisi lain, promosi peluang investasi terus diperkuat untuk menarik minat investor baru. Upaya tersebut dilakukan melalui pameran investasi, penyusunan Investment Project Ready to Offer (IPRO), serta penyampaian informasi mengenai potensi investasi di setiap kecamatan di Surabaya.

Selain menarik penanam modal baru, pemerintah kota juga memberikan perhatian kepada pelaku usaha yang sudah beroperasi. Pendampingan dilakukan untuk membantu menyelesaikan kendala perizinan agar kegiatan usaha dapat berjalan lebih lancar.

DPMPTSP Surabaya juga memberikan penghargaan kepada pelaku usaha yang dinilai memiliki kontribusi tinggi terhadap kota.

Melalui berbagai strategi tersebut, Pemkot Surabaya berharap iklim investasi semakin kondusif, target investasi 2026 dapat tercapai, dan manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan UMKM.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Kirana Larasati Putus Kerja Sama dengan Nellava, Ini Alasannya

Kirana Larasati Putus Kerja Sama dengan Nellava, Ini Alasannya

Kirana Larasati Siap Beri Keterangan soal Dugaan Penipuan Investasi Emas Rp 25 Miliar

Kirana Larasati Siap Beri Keterangan soal Dugaan Penipuan Investasi Emas Rp 25 Miliar

Peta Dunia di Buku Sekolah Bisa Menyesatkan? Ini Perbedaan Mercator dan Equal Earth

Peta Dunia di Buku Sekolah Bisa Menyesatkan? Ini Perbedaan Mercator dan Equal Earth

UI Perketat Publikasi Ilmiah, Dosen yang Terbitkan Artikel di Jurnal Predator Bisa Kena Sanksi

UI Perketat Publikasi Ilmiah, Dosen yang Terbitkan Artikel di Jurnal Predator Bisa Kena Sanksi

DPR Tutup Masa Sidang, Puan Maharani Soroti Nasib Pekerja Kontrak hingga Pengawasan Lapas

DPR Tutup Masa Sidang, Puan Maharani Soroti Nasib Pekerja Kontrak hingga Pengawasan Lapas

BRAN Percepat Pembenahan Organisasi, Dedi Prasetyo Pastikan Reforma Agraria Lebih Efektif

BRAN Percepat Pembenahan Organisasi, Dedi Prasetyo Pastikan Reforma Agraria Lebih Efektif