PrakarsaWarga.Com – Limbah minyak goreng bekas atau minyak jelantah di Kota Palembang, Sumatera Selatan, direncanakan diolah menjadi bahan baku bahan bakar penerbangan ramah lingkungan atau bioavtur. Program ini akan melibatkan kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) hingga tingkat RT dan RW.
Program tersebut dibahas dalam audiensi TP PKK Kota Palembang, TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, dan perusahaan Fudwest di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Selasa (13/10/2026).
Selain mengurangi limbah rumah tangga, program ini diharapkan membuka peluang pendapatan tambahan bagi keluarga melalui pengumpulan minyak jelantah yang memiliki nilai ekonomi.
Kader PKK Bakal Terlibat hingga Tingkat RT dan RW
Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, mengatakan program ini akan melibatkan kader PKK mulai dari tingkat kecamatan, 107 kelurahan, hingga kelompok Dasawisma di lingkungan RT dan RW.
Melalui sistem pengumpulan yang terorganisasi, masyarakat diharapkan tidak lagi membuang minyak jelantah sembarangan. Limbah dapur yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dapat dikumpulkan untuk diolah menjadi bahan baku energi alternatif.
Dewi juga menekankan pentingnya edukasi mengenai penggunaan minyak goreng secara bijak, termasuk menghindari pemakaian berulang yang berlebihan.
Menurutnya, program ini tidak hanya mendukung kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan perekonomian keluarga.
Potensi Minyak Jelantah Capai 3.400 Ton per Tahun
Komisaris Fudwest, Widiono, menjelaskan bahwa pembuangan minyak jelantah ke wastafel atau saluran air berpotensi mencemari lingkungan dan menyumbat saluran.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam audiensi, potensi minyak jelantah di Palembang diperkirakan mencapai 3.400 ton per tahun. Jumlah tersebut dinilai berpeluang dikembangkan menjadi bahan baku energi alternatif.
Widiono menyebut program serupa telah berjalan di sejumlah daerah, termasuk Jakarta. Palembang direncanakan menjadi proyek percontohan untuk pengembangan program di wilayah Sumatera Selatan.
Minyak jelantah yang terkumpul nantinya akan melalui proses pengolahan khusus sebelum dikirim untuk diproses lebih lanjut menjadi bioavtur.
Bioavtur merupakan bahan bakar penerbangan yang dapat diproduksi dari bahan baku terbarukan, termasuk minyak jelantah yang telah diolah sesuai standar. Pemanfaatannya diharapkan dapat mendukung upaya pengurangan emisi karbon di sektor penerbangan.
Dorong Ekonomi Keluarga dan Kepedulian Lingkungan
Ketua Pokja 2 TP PKK Sumsel, Feri, mengatakan program tersebut menggabungkan pengelolaan limbah, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan ekonomi keluarga.
Ia menilai edukasi tentang penggunaan minyak goreng juga perlu diperkuat agar masyarakat memahami risiko kesehatan dari penggunaan minyak secara berulang.
Melalui kolaborasi TP PKK Kota Palembang, TP PKK Sumsel, dan Fudwest, program ini diharapkan berkembang menjadi gerakan masyarakat yang berkelanjutan.
Jika berjalan sesuai rencana, pengumpulan minyak jelantah tidak hanya membantu mengurangi pencemaran, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi rumah tangga sekaligus mendukung pengembangan bahan bakar penerbangan berbasis bahan baku terbarukan.









