PrakarsaWarga.Com – Pemerintah akan menerapkan mata pelajaran bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib bagi siswa kelas 3 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) mulai tahun ajaran 2027/2028. Kebijakan ini mendorong Kementerian Agama (Kemenag) untuk mempersiapkan guru agar mampu mengajarkan bahasa Inggris sesuai kebutuhan siswa sekolah dasar.
Persiapan tersebut menjadi tantangan karena sebagian besar guru MI memiliki latar belakang pendidikan sebagai guru kelas, bukan guru khusus bahasa Inggris. Kondisi ini membuat peningkatan kompetensi tenaga pendidik menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan kebijakan tersebut.
Kepala Subdirektorat Bina Guru dan Tenaga Kependidikan MI dan MTs pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Rini Rizki Rahmayani, mengungkapkan bahwa pihaknya perlu menyiapkan guru dalam waktu yang relatif singkat. Kemenag tidak berencana merekrut guru bahasa Inggris secara khusus untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sehingga pelatihan bagi guru kelas menjadi salah satu langkah yang ditempuh.
Untuk mendukung persiapan ini, Kemenag bekerja sama dengan British Council melalui program Strengthening the Teaching of English in Primary Schools through Communities of Practice (STEPS-CoP).
Program tersebut berfokus pada peningkatan kemampuan mengajar melalui pelatihan terstruktur dan pertukaran pengalaman antarguru. Pelaksanaannya juga melibatkan fasilitator dari lingkungan pendidikan, termasuk guru, pengawas sekolah, dosen, dan praktisi pendidikan.
Selain pelatihan, guru akan memperoleh berbagai sumber pembelajaran, seperti rencana pembelajaran, aktivitas kelas, lagu edukatif, dan bahan ajar yang disesuaikan dengan capaian pembelajaran kurikulum. Guru juga akan dibekali keterampilan untuk menyesuaikan materi dengan kebutuhan dan kondisi siswa di masing-masing madrasah.
Melalui upaya tersebut, Kemenag berharap guru MI lebih siap menghadapi penerapan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib. Kesiapan tenaga pendidik menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas pendidikan dasar dan memperluas kesempatan siswa untuk mempelajari bahasa Inggris sejak dini. (RFA)







