DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Harus Lindungi Harta Masyarakat

PrakarsaWarga.Com – Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset di DPR terus diarahkan agar tidak membuka ruang bagi aparat penegak hukum untuk bertindak sewenang-wenang terhadap harta milik masyarakat.

Anggota Komisi III DPR RI, Soedeson Tandra, menegaskan aturan mengenai perampasan aset harus memiliki batasan yang jelas. Menurutnya, aparat tidak boleh memiliki kewenangan tanpa kontrol dalam melakukan penyitaan maupun perampasan aset.

Soedeson menyebut pencegahan terhadap penyalahgunaan kekuasaan atau abuse of power menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam penyusunan RUU tersebut.

Ia mengatakan, masyarakat perlu mendapatkan kepastian bahwa proses penyitaan dan perampasan aset dilakukan melalui mekanisme hukum yang transparan.

Karena itu, Komisi III DPR mendorong adanya keterlibatan lembaga peradilan dalam proses penyitaan atau perampasan aset. Mekanisme tersebut dinilai dapat menjadi pengawasan agar tindakan aparat tetap berada dalam koridor hukum.

“Jangan sampai aparat sembarangan melakukan sesuatu kepada warga masyarakat,” ujar Soedeson.

Perampasan Aset Harus Memiliki Batasan

Soedeson juga menyoroti penerapan aturan perampasan aset dalam sektor perpajakan. Ia menegaskan, kesalahan administratif tidak semestinya langsung berujung pada perampasan harta.

Sebagai contoh, wajib pajak yang keliru dalam mengisi Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) seharusnya cukup menyelesaikan kewajiban pembayaran apabila terdapat kekurangan pajak.

Menurut dia, pendekatan berbeda diperlukan terhadap tindakan yang memang masuk dalam kategori kejahatan finansial dan dilakukan secara sengaja serta terorganisir.

Beberapa praktik yang menjadi perhatian antara lain transfer pricing, penghindaran pajak, hingga pembukuan ganda yang dilakukan untuk merugikan negara.

DPR Ingin Proses Perampasan Aset Lebih Transparan

Pembahasan RUU Perampasan Aset diharapkan menghasilkan aturan yang mampu memperkuat pemberantasan kejahatan keuangan tanpa mengabaikan perlindungan terhadap hak masyarakat.

Keterlibatan lembaga peradilan dan aturan yang lebih ketat dinilai penting untuk memastikan setiap tindakan penyitaan maupun perampasan aset memiliki dasar hukum yang jelas.

Dengan demikian, RUU Perampasan Aset diharapkan tidak hanya menjadi instrumen pemberantasan kejahatan finansial, tetapi juga memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Kebocoran Gas di Pabrik Karawang, 43 Warga Dilarikan ke Rumah Sakit

Kebocoran Gas di Pabrik Karawang, 43 Warga Dilarikan ke Rumah Sakit

Anindya Bakrie Tegaskan Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Ancaman Krisis Global

Anindya Bakrie Tegaskan Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Ancaman Krisis Global

Dua Alumni Kampus Singapura Pimpin Intel dan Western Digital, Ini Kisah Kariernya

Dua Alumni Kampus Singapura Pimpin Intel dan Western Digital, Ini Kisah Kariernya

Pabrik Sabu Terbesar Terbongkar, DPR Desak Razia Narkoba hingga Pelosok Desa

Pabrik Sabu Terbesar Terbongkar, DPR Desak Razia Narkoba hingga Pelosok Desa

Cinta Laura Ungkap Pengalaman Pertama Syuting Adegan Intim, Akui Sempat Kaget dengan Prosesnya

Cinta Laura Ungkap Pengalaman Pertama Syuting Adegan Intim, Akui Sempat Kaget dengan Prosesnya

Sidang Perkara 54 di PN Sungguminasa : Ketua DPD dan DPC LIN Pertanyakan Kejanggalan Bukti Tergugat

Sidang Perkara 54 di PN Sungguminasa : Ketua DPD dan DPC LIN Pertanyakan Kejanggalan Bukti Tergugat