PrakarsaWarga.Com – Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau turut dirasakan aktor Dude Harlino. Ia mengaku melihat lapisan debu yang tidak biasa menempel di mobilnya dalam beberapa hari terakhir.
Dude mengatakan, debu tersebut terlihat cukup jelas ketika dirinya memeriksa mobil pada pagi hari. Meski tidak terlalu tebal, teksturnya berbeda dari debu biasa sehingga ia menduga material tersebut merupakan abu vulkanik.
“Pagi-pagi saya lihat ada debu yang agak berbeda menyelimuti mobil. Memang tipis, tapi setelah melihat pemberitaan, mungkin itu bisa dikategorikan abu vulkanik,” ujar Dude di Pengadilan Negeri Depok, Rabu (9/9/2026).
Kondisi tersebut membuat Dude meminta keluarganya lebih berhati-hati ketika membersihkan kendaraan. Ia menyarankan agar abu yang menempel tidak langsung dilap, tetapi terlebih dahulu dibasahi atau disiram dengan air.
Dude juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengucek mata apabila terkena abu vulkanik. Menurutnya, partikel abu dapat terasa tajam dan berpotensi menyebabkan iritasi atau luka pada mata.
“Kalau kena mata jangan langsung digosok karena bisa luka. Abunya terasa cukup tajam,” tuturnya.
Aktivitas Syuting Belum Terganggu
Untuk urusan pekerjaan, Dude mengaku sejauh ini aktivitasnya masih berjalan normal. Ia masih menjalani kegiatan syuting di wilayah Tangerang.
Namun, ia menyadari kondisi tersebut bisa menjadi persoalan apabila berlangsung dalam waktu lama. Mobilitas pekerjaannya terkadang mengharuskan dirinya bepergian menggunakan pesawat sehingga gangguan penerbangan dapat memengaruhi jadwal.
Dude bahkan menceritakan sejumlah rekannya yang harus mengubah rute perjalanan dengan menggunakan kereta, kemudian meneruskannya melalui jalur darat akibat kondisi penerbangan.
Dude Soroti Kesehatan Anak
Selain pekerjaan, Dude memberikan perhatian khusus terhadap dampak abu vulkanik bagi anak-anak. Ia menilai keputusan sejumlah sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh atau PJJ untuk sementara waktu dapat menjadi pilihan demi menjaga kesehatan siswa.
Menurut Dude, anak-anak juga sudah cukup familiar dengan sistem pembelajaran daring. Mereka sebelumnya telah menjalani PJJ saat pandemi COVID-19 dan kembali menerapkannya dalam situasi tertentu beberapa waktu terakhir.
“Yang paling penting keselamatan dan kesehatan anak-anak tetap terjaga,” kata Dude.
Ia berharap penerapan PJJ hanya berlangsung sementara hingga kondisi lingkungan kembali aman. Dude juga berharap aktivitas vulkanik segera mereda dan abu tidak lagi menyebar ke permukiman.
Dengan kondisi yang kembali normal, ia berharap anak-anak dapat kembali bersekolah dan masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa terganggu dampak abu vulkanik.







