PrakarsaWarga.com — EIGER Nature terus mempersiapkan pembukaan kawasan ekowisata di Puncak, Bogor. Destinasi yang sebelumnya dikenal sebagai EIGER Adventure Land ini membawa konsep pengembangan yang memadukan wisata alam, petualangan, budaya, konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya EIGER untuk menghadirkan destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan rekreasi, tetapi juga memberikan pengalaman mengenai lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.
Konsep yang digunakan mengacu pada 7E Ekowisata, yaitu Ekologi, Etnologi, Ekonomi, Edukasi, Estetika, Etika, dan Entertainment.
Fokus pada Pemulihan Lingkungan
EIGER Nature menyebut pemulihan lingkungan menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan kawasan.
Dalam keterangannya, perusahaan menyatakan telah mengikuti arahan pemerintah setelah sebelumnya memperoleh sanksi terkait pengelolaan kawasan. Proses tersebut kemudian berujung pada diterbitkannya Keputusan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor 2889 Tahun 2025 tentang Pencabutan Sanksi pada 22 November 2025.
Selanjutnya, terbit SK DELH Nomor 600.4.5/46/Kpts-KL/TL-DLH/2025 pada 2 Desember 2025 sebagai bagian dari proses penataan dan pemenuhan ketentuan lingkungan.
EIGER menyatakan berbagai arahan pemerintah tersebut menjadi bagian dari pengembangan kawasan dengan pendekatan ekowisata.
Pulihkan Lahan Kritis dan Tanam Ratusan Ribu Vegetasi
Salah satu program yang dilakukan adalah pemulihan lahan kritis di area PTPN I Regional 2 dengan luas sekitar 73,23 hektare**.
EIGER Nature menyebut telah melakukan penanaman lebih dari 120.000 pohon serta sekitar 8 juta semak dan tanaman penutup tanah.
Selain itu, pendataan keanekaragaman hayati juga dilakukan di Zona Pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) seluas 253,66 hektare.
Pengelolaan air dan lingkungan secara berkelanjutan juga menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi kawasan.
Pembangunan Disesuaikan dengan Kondisi Lingkungan
Pengembangan kawasan EIGER Nature dilakukan dengan mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung lingkungan.
Untuk area yang berada di Zona Pemanfaatan TNGGP, pemanfaatan kawasan mengacu pada izin dan ketentuan yang berlaku.
EIGER menyebut Koefisien Dasar Bangunan (KDB) di kawasan TNGGP yang dikelolanya hanya sekitar 0,15 persen. Angka tersebut berada jauh di bawah batas maksimal pemanfaatan bangunan yang disebut dapat mencapai 10 persen dari luas izin.
Sementara itu, pada area PTPN seluas 73,23 hektare yang dimanfaatkan untuk kegiatan ekowisata, KDB tercatat sekitar 3,64 persen.
Perusahaan menyatakan lebih dari 90 persen lahan PTPN tersebut telah kembali hijau dengan berbagai jenis vegetasi, mulai dari pohon hingga tanaman semak.
Pengembangan Kawasan Dilengkapi Perizinan
EIGER Nature menyatakan proses pengembangan kawasan telah berlangsung sejak 2018 dan melibatkan berbagai tahapan perizinan.
Dokumen yang disebut telah diterbitkan mencakup perizinan tata ruang, persetujuan lingkungan, site plan, hingga perizinan bangunan.
Beberapa di antaranya adalah izin pemanfaatan tata ruang dari pemerintah daerah, PKKPR, dokumen lingkungan, pengesahan site plan, serta IMB dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Kelengkapan tersebut menjadi bagian dari proses penataan kawasan agar kegiatan wisata dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ekowisata Tak Hanya Soal Rekreasi
Direktur Utama EIGER Nature, Imanuel, mengatakan perubahan dari EIGER Adventure Land menjadi EIGER Nature bukan sekadar pergantian nama.
Menurutnya, konsep baru tersebut diarahkan untuk menciptakan hubungan yang lebih seimbang antara wisatawan, alam, budaya, dan masyarakat.
Pengunjung diharapkan tidak hanya menikmati pemandangan dan aktivitas wisata, tetapi juga mendapatkan pengetahuan serta pengalaman mengenai lingkungan.
Terbuka untuk Dialog Lingkungan
EIGER Nature juga menyatakan terbuka terhadap masukan dan dialog dengan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap isu lingkungan.
Komunikasi dan edukasi lingkungan kepada pengunjung akan terus diperkuat seiring dengan pengembangan kawasan.
Melalui pendekatan tersebut, EIGER Nature berharap kawasan Puncak dapat berkembang sebagai destinasi ekowisata yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.









