PrakarsaWarga.Com – Mual dan muntah sering kali dikaitkan dengan penyakit maag. Padahal, kondisi tersebut juga dapat menjadi tanda awal gangguan ginjal yang serius, termasuk gagal ginjal. Karena gejalanya hampir serupa, banyak orang baru mengetahui fungsi ginjalnya menurun setelah kondisinya sudah cukup parah.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko komplikasi bisa diminimalkan.
Kisah Viral Gagal Ginjal di Usia Muda
Belakangan ini, media sosial TikTok ramai membahas kisah seorang wanita yang didiagnosis mengalami gagal ginjal stadium 5 saat usianya belum genap 30 tahun. Kisah tersebut mengejutkan banyak orang karena ia mengaku menjalani gaya hidup yang cukup sehat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penyakit ginjal tidak hanya menyerang lansia, tetapi juga dapat dialami oleh usia muda apabila memiliki faktor risiko tertentu.
Gejala Gagal Ginjal yang Sering Disangka Maag
Mengutip Texas Kidney Institute, gangguan ginjal dapat menimbulkan keluhan pada sistem pencernaan yang menyerupai maag. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
1.Mual yang tidak kunjung membaik.
2.Mual terasa lebih berat pada pagi hari.
3.Muntah berulang.
4.Nafsu makan menurun atau cepat merasa kenyang.
5.Mulut terasa pahit atau berasa logam.
6.Makanan terasa tidak enak.
7.Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
8.Tubuh mudah lelah.
Selain itu, Cleveland Clinic menyebutkan bahwa gagal ginjal juga dapat ditandai dengan pembengkakan pada tangan, kaki, atau wajah, perubahan frekuensi buang air kecil, serta kulit yang terasa kering dan gatal.
Apabila mual berlangsung dalam waktu lama dan disertai gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan agar penyebabnya dapat diketahui.
Gaya Hidup yang Bisa Memicu Gagal Ginjal
Prof. Rasyid menjelaskan bahwa kasus penyakit ginjal kini semakin banyak ditemukan pada kalangan usia muda. Salah satu penyebab utamanya adalah pola hidup yang kurang sehat, terutama kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula yang dapat memicu diabetes, salah satu penyebab terbesar kerusakan ginjal.
Selain itu, dokter spesialis penyakit dalam dr. Yunita Indah Dewi, SpPD, mengatakan bahwa makanan tinggi natrium atau garam dapat meningkatkan tekanan darah. Jika hipertensi dibiarkan dalam jangka panjang tanpa pengobatan, pembuluh darah di ginjal dapat rusak sehingga fungsi ginjal ikut menurun.
Untuk menjaga kesehatan ginjal, masyarakat disarankan menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, membatasi gula dan garam, rutin berolahraga, tidur yang cukup, minum air putih sesuai kebutuhan, menghindari minuman beralkohol, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala minimal satu kali dalam setahun.









