PrakarsaWarga.Com – Polisi mengungkap kasus penyiraman air keras yang menewaskan seorang perempuan berinisial SB (56) di Kota Jambi. Korban diduga disiram air keras oleh pria berinisial KI (46), yang merupakan suami sirinya.
Kasus tersebut diduga dipicu rasa sakit hati setelah korban mengetahui KI ternyata telah memiliki istri. Setelah mengetahui hal itu, korban memilih menjauh dan menghentikan komunikasi dengan pelaku.
Kanit Reskrim Polsek Jambi Selatan Ipda Dodi Tisna Amijaya mengatakan, korban dan tersangka telah menjalani pernikahan siri selama sekitar satu tahun.
“Menikah siri selama satu tahun, korban mengetahui pelaku mempunyai istri, sehingga korban menjauhkan diri dari pelaku,” ujar Dodi, Sabtu (26/9/2026).
Hubungan Berlangsung Selama 7 Tahun
Kapolsek Jambi Selatan AKP Taroni Zebua menjelaskan, hubungan antara KI dan korban sebenarnya telah berlangsung cukup lama, yakni sekitar tujuh tahun.
Keduanya kemudian memutuskan untuk menikah secara siri sekitar satu tahun sebelum kejadian. Namun, hubungan tersebut mulai berakhir setelah korban mengetahui bahwa KI telah memiliki istri.
Selama kurang lebih dua bulan, korban disebut tidak lagi berkomunikasi dengan pelaku.
“Dari pendalaman tersangka menjalin hubungan 7 tahun dan setahun terakhir nikah siri. Dua bulan terakhir tidak komunikasi lagi, itu yang membuat tersangka sakit hati karena masih menyimpan rasa sayang, masih ingin mengasihi dan berkomunikasi,” kata Taroni.
Pelaku Diduga Menyiapkan Air Keras
Polisi menyebut KI kemudian merencanakan aksi penyiraman setelah merasa sakit hati dan dendam karena hubungan mereka berakhir.
Untuk menjalankan aksinya, tersangka diduga membeli air keras di sebuah bengkel mobil yang berada di kawasan Jalan Baru, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi.
“Dia sakit hati dan dendam. Lalu melakukan penyiraman air keras yang menyebabkan luka serius di wajah, punggung, dan menyebabkan korban MD (meninggal dunia),” jelas Taroni.
Peristiwa penyiraman tersebut terjadi di Jalan Lingkar Selatan II, RT 20, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Jambi Selatan, pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 22.45 WIB.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius pada bagian wajah dan punggung hingga akhirnya meninggal dunia.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik aksi kekerasan tersebut. KI kini telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.







