PHK di Jawa Timur Tembus 6.154 Orang, Pakar Ingatkan Ancaman Daya Beli
PrakarsaWarga.Com – Angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di Jawa Timur mencapai 6.154 orang. Jumlah tersebut menempatkan provinsi ini di posisi ketiga tertinggi secara nasional, setelah Jawa Barat dengan 13.044 orang dan Banten sebanyak 7.733 orang.
Kondisi tersebut mendapat perhatian pakar ekonomi, Gigih Prihantono, SE., MSE. Ia menilai tingginya angka PHK tidak terlepas dari tekanan ekonomi global dan persoalan di dalam negeri yang memengaruhi keberlangsungan industri.
Menurut Gigih, industri tekstil dan kertas menjadi sektor yang menghadapi tantangan cukup berat akibat berbagai tekanan tersebut.
Dari sisi eksternal, konflik geopolitik, gejolak harga minyak, tekanan nilai tukar rupiah, hingga melemahnya daya beli, termasuk di China, turut memengaruhi kinerja industri di Jawa Timur.
Sementara itu, dari sisi internal, perubahan regulasi yang terlalu sering dinilai dapat menambah beban perusahaan. Pelaku usaha harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyesuaikan operasional dengan ketentuan yang berubah dalam waktu relatif singkat.
PHK Berpotensi Menekan Daya Beli Masyarakat
Gigih mengingatkan, tingginya angka PHK perlu menjadi perhatian serius pemerintah karena berpotensi memperlemah daya beli masyarakat.
Kelompok kelas menengah dinilai menjadi salah satu pihak yang rentan menghadapi tekanan ekonomi. Menurutnya, kebijakan yang secara khusus mendorong peningkatan kesejahteraan kelompok tersebut masih perlu diperkuat.
Ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak hanya mengandalkan indikator keramaian pusat perbelanjaan untuk menilai kondisi perekonomian masyarakat.
Pusat perbelanjaan yang ramai belum tentu menunjukkan bahwa seluruh kelompok masyarakat memiliki kemampuan belanj







