PrakarsaWarga.com – Polri terus memperkuat sistem pembinaan karier personel melalui pemanfaatan TalentDNA, Assessment Center, Satu Data Polri, rekam jejak, dan Artificial Intelligence (AI).
Hal tersebut dibahas dalam pertemuan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dengan Pendiri ESQ Ary Ginanjar Agustian di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Salah satu pembahasan terkait hasil Assessment Center terhadap 100 Pati Polri, dengan 96 Pati mengikuti assessment.
Penilaian mencakup kompetensi, kinerja, kepemimpinan, integritas, hingga rekam jejak.
Dedi menegaskan hasil assessment tidak menjadi satu-satunya dasar pembinaan karier. Data tersebut perlu dilihat bersama rekam jejak, kinerja, pemetaan psikologi, data Propam, serta hasil pengawasan Itwasum.
Selain Pati, Polri juga memanfaatkan TalentDNA untuk memetakan 282 Taruna Akpol. Pemetaan tersebut bertujuan mengenali potensi, karakter, kekuatan, dan kebutuhan pengembangan setiap taruna sejak dini.
ESQ mendorong konsep talent-based personalization, sehingga pendidikan dan pengembangan karier dapat disesuaikan dengan potensi masing-masing personel.
Polri dan ESQ juga membahas pemanfaatan AI dan Agentic AI untuk membantu mengolah data SDM. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk menemukan pola dan memetakan potensi, tetapi tetap hanya menjadi alat bantu karena keputusan akhir berada pada pimpinan.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut MoU Polri dan ESQ dalam pengembangan SDM, pendidikan, kepemimpinan, integritas, serta pemanfaatan teknologi.
Ke depan, kedua pihak akan mengembangkan sejumlah program, termasuk integrasi Agentic AI dengan Satu Data Polri, TalentDNA, Leadership Passport, dan penguatan pendidikan berbasis talenta.









