Sumur Minyak Rakyat Berpotensi Dongkrak Lifting Minyak Nasional 2027

PrakarsaWarga.com – Pemerintah terus mencari sumber tambahan untuk mengejar target lifting minyak nasional 2027 yang ditetapkan sebesar 612.500 barel per hari (bph). Salah satu potensi yang dinilai dapat ikut mendukung target tersebut berasal dari optimalisasi sumur minyak rakyat.

Guru Besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) Bonar Tua Halomoan Marbun menilai target lifting minyak 2027 masih realistis untuk dicapai. Namun, peningkatan produksi harus dilakukan dengan mengikuti standar keselamatan, teknologi, serta praktik terbaik industri minyak dan gas (migas).

“Kalau ditanyakan apakah target peningkatan lifting menjadi sekitar 612 ribu barel minyak per hari itu masuk akal, jawabannya iya, make sense,” kata Bonar, Sabtu (5/9/2026).

Target Lifting Minyak 2027 Naik

Pemerintah mengusulkan target lifting minyak pada 2027 mencapai 612.500 bph. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan target 2026 yang berada di level 610.000 bph.

Di sisi lain, target lifting gas 2027 ditetapkan sebesar 954.000 barel setara minyak per hari (boepd). Angka ini lebih rendah dibandingkan target 2026 yang mencapai 984.000 boepd.

Menurut Bonar, pencapaian target minyak tersebut tidak hanya bergantung pada lapangan migas berskala besar. Sumur minyak rakyat juga dapat menjadi salah satu sumber tambahan produksi apabila pengelolaannya dilakukan secara optimal.

Saat ini, produksi dari sumur minyak rakyat yang sudah aktif diperkirakan berada di kisaran 2.000 bph. Meski jumlah tersebut masih kecil dibandingkan produksi minyak nasional, kontribusinya tetap dinilai positif.

“Kalau ditanyakan apakah program ini baik, tentu saja baik dalam pemahaman yang positif secara umum,” ujarnya.

Produksi Sumur Rakyat Bisa Capai 30.000 Bph

Potensi yang lebih besar disampaikan Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya. Ia memperkirakan produksi dari sumur minyak masyarakat berpeluang meningkat hingga sekitar 30.000 bph pada 2027.

Peluang tersebut terbuka seiring program penataan dan pengelolaan sumur masyarakat yang mulai berjalan pada 2026. Jika program tersebut dapat dioptimalkan, produksi sumur rakyat diharapkan ikut memberikan tambahan bagi lifting minyak nasional.

“Intinya pemerintah punya program untuk akselerasi lifting ini antara lain pemberdayaan sumur masyarakat,” kata Bambang.

Ia juga menyebut sejumlah kendala teknis dan operasional di beberapa wilayah kerja (WK) migas utama sedang ditangani. Salah satunya berkaitan dengan operasional Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Menurut Bambang, persoalan yang sebelumnya berpengaruh terhadap produksi, termasuk masalah terkait pasokan gas, telah mendapatkan penanganan. Kondisi tersebut diharapkan membuka ruang bagi peningkatan produksi pada 2027.

Lapangan Minyak Tua Masih Punya Potensi

Selain mengembangkan sumur rakyat, peningkatan produksi minyak nasional juga dapat dilakukan melalui optimalisasi lapangan-lapangan tua atau brownfield.

Bonar menjelaskan, penurunan produksi pada lapangan yang sudah berusia tua merupakan hal yang lazim dalam industri migas. Namun, kondisi tersebut tidak selalu berarti cadangan dan potensi produksinya sudah habis.

Dengan penerapan teknologi yang tepat, perbaikan tata kelola, serta metode produksi yang sesuai, lapangan brownfield masih dapat dikembangkan untuk menghasilkan tambahan minyak.

Strategi tersebut dapat berjalan bersamaan dengan pengembangan sumur minyak rakyat. Pemerintah dan pelaku industri juga didorong memanfaatkan teknologi baru untuk meningkatkan tingkat perolehan minyak dari lapangan yang sudah berproduksi.

EOR dan Workover Jadi Strategi Tambahan

Bambang mengatakan penerapan teknologi juga menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan lifting minyak pada 2027.

Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) didorong memperluas penggunaan metode Enhanced Oil Recovery (EOR) serta melakukan workover pada sumur-sumur yang sudah tua.

EOR digunakan untuk membantu meningkatkan perolehan minyak dari reservoir, sementara workover dilakukan untuk memperbaiki atau meningkatkan kembali kinerja sumur.

Dengan menggabungkan optimalisasi sumur minyak rakyat, pengembangan lapangan brownfield, penyelesaian kendala operasional, serta pemanfaatan teknologi seperti EOR dan workover, target lifting minyak nasional 2027 diharapkan dapat lebih mudah dicapai.

Peningkatan produksi tersebut menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga ketersediaan minyak nasional sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya migas yang masih tersedia.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Target 100 GW Energi Surya, Indonesia Didorong Perkuat Kapasitas Nasional

Target 100 GW Energi Surya, Indonesia Didorong Perkuat Kapasitas Nasional

Kemlu Dalami Dugaan 8 WNI Direkrut Militer Rusia untuk Perang Ukraina

Kemlu Dalami Dugaan 8 WNI Direkrut Militer Rusia untuk Perang Ukraina

MagangHub Batch 2 2026 Resmi Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Undip Kembangkan Panggul Buatan yang Dirancang Sesuai Anatomi Orang Indonesia

Undip Kembangkan Panggul Buatan yang Dirancang Sesuai Anatomi Orang Indonesia

JAPFA dan Koperasi LPER Perkuat Kemitraan Peternak Ayam Broiler di Gunungkidul

JAPFA dan Koperasi LPER Perkuat Kemitraan Peternak Ayam Broiler di Gunungkidul

Sumur Minyak Rakyat Berpotensi Dongkrak Lifting Minyak Nasional 2027

Sumur Minyak Rakyat Berpotensi Dongkrak Lifting Minyak Nasional 2027