PrakarsaWarga.Com – Upaya meningkatkan keselamatan transportasi publik terus dilakukan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). Salah satu langkah terbarunya adalah menghadirkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama SYNTRA yang mampu mendeteksi kondisi sopir bus secara real time, termasuk kelelahan hingga microsleep saat berkendara.
Teknologi ini merupakan bagian dari sistem ADAS-DMS (Advanced Driver Assistance System–Driver Monitoring System) yang dirancang untuk memantau perilaku pramudi selama perjalanan. Dengan sistem ini, potensi risiko seperti distraksi, kelelahan, hingga tanda-tanda tertidur sejenak bisa langsung terdeteksi secara otomatis.
Menariknya, SYNTRA tidak hanya memberikan peringatan langsung kepada pengemudi, tetapi juga mengirimkan notifikasi ke pusat kontrol. Hal ini memungkinkan petugas untuk segera mengambil tindakan cepat guna mencegah kecelakaan di jalan.
Saat ini, sekitar 2.000 armada Transjakarta telah dilengkapi dengan teknologi ini. Ke depan, jumlah tersebut akan terus ditingkatkan hingga lebih dari 5.000 armada secara bertahap. Langkah ini menunjukkan keseriusan Transjakarta dalam menghadirkan sistem transportasi yang lebih modern, aman, dan berbasis teknologi digital.
Direktur Pelayanan dan Teknologi Informasi Transjakarta, Raditya Rusdi, menyatakan bahwa percepatan implementasi teknologi SYNTRA menjadi salah satu fokus utama pada tahun 2026. Selain itu, pihaknya juga tengah mengembangkan inovasi lanjutan berupa teknologi yang mampu mendeteksi pola tidur dan tingkat stres pramudi sebelum mereka mulai bekerja.
Pengembangan ini dinilai penting karena faktor kelelahan dan kondisi mental pengemudi menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan transportasi. Dengan deteksi dini, potensi risiko dapat ditekan bahkan sebelum perjalanan dimulai.
Kehadiran SYNTRA menjadi bukti nyata transformasi digital Transjakarta dalam meningkatkan kualitas layanan. Tidak hanya berfokus pada kenyamanan penumpang, tetapi juga memastikan keselamatan sebagai prioritas utama.
Di tengah meningkatnya kebutuhan transportasi publik di Jakarta, inovasi seperti ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus menjadi standar baru dalam sistem transportasi perkotaan di Indonesia.

