PrakarsaWarga.com – Proses penyetaraan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK). Pemerintah menjelaskan bahwa pendidikan Gibran di Singapura dan Australia dinilai memiliki kesesuaian dengan jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya bidang akuntansi dan keuangan. (detikcom)
Penjelasan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen Gogot Suharwoto dalam sidang perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 pada Jumat (2/10/2026).
Gibran diketahui pernah menempuh pendidikan di Orchid Park Secondary School, Singapura, sebelum melanjutkan pendidikan di UTS Insearch, Australia. Permohonan penyetaraan pendidikan tersebut diajukan secara daring pada 6 Agustus 2019.
Pendidikan Gibran Disetarakan dengan SMK
Menurut Kemendikdasmen, penilaian penyetaraan tidak hanya didasarkan pada satu sertifikat. Tim mempertimbangkan keseluruhan riwayat pendidikan, lama belajar, hasil belajar, transkrip nilai, serta struktur kurikulum yang ditempuh.
Hasil verifikasi kemudian menyimpulkan bahwa rangkaian pendidikan Gibran memiliki kesesuaian dengan program keahlian akuntansi dan keuangan pada jenjang SMK di Indonesia.
Surat keterangan penyetaraan diterbitkan pada 6 Agustus 2019 dengan Nomor 11149/D/D1/KS/2019. Dokumen tersebut menyatakan pendidikan pemohon disetarakan dengan peminatan atau keahlian akuntansi dan keuangan pada jenjang SMK. (detikcom)
6 Mata Kuliah di UTS Insearch
Salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah mata kuliah yang ditempuh Gibran ketika belajar di UTS Insearch, Australia.
Kemendikdasmen menjelaskan terdapat enam mata kuliah yang kemudian disandingkan dengan struktur kurikulum SMK bidang akuntansi dan keuangan di Indonesia, yakni:
- Accounting
- Financial Management
- Business Law and Ethics
- Marketing
- Microeconomic
- Management
Penyandingan tersebut dilakukan dengan melihat learning outcome atau kompetensi yang diperoleh selama proses pendidikan, bukan hanya berdasarkan nama mata kuliahnya. (detikcom)
Lama Pendidikan Juga Menjadi Pertimbangan
Dalam persidangan, Kemendikdasmen juga menjelaskan bahwa lama pendidikan menjadi salah satu aspek yang diperhitungkan. Pendidikan Gibran di Singapura berlangsung selama dua tahun, kemudian dilanjutkan sekitar 1 tahun 8 bulan di UTS Insearch, Australia.
Total masa belajar tersebut kemudian dianalisis bersama dengan struktur kurikulum dan hasil belajar yang tercantum dalam dokumen akademik. Pemerintah menyebut pendekatan penyetaraan dilakukan secara substantif dengan melihat keseluruhan perjalanan pendidikan. (detiknews)
Dengan demikian, GCE O-Level tidak secara otomatis dianggap sebagai ijazah SMA Indonesia. Sertifikat tersebut dipandang sebagai salah satu bagian dari rekam pendidikan menengah Gibran yang kemudian dinilai bersama pendidikan lanjutan di Australia. (detikcom)
Tidak Sama dengan Penerbitan Ijazah Baru
Kemendikdasmen juga menegaskan bahwa surat keterangan penyetaraan bukanlah ijazah baru yang diterbitkan pemerintah Indonesia. Dokumen tersebut merupakan keterangan administratif mengenai kesetaraan pendidikan luar negeri dengan sistem pendidikan nasional.
Dokumen pendidikan asli tetap berasal dari institusi pendidikan tempat seseorang menempuh pendidikan di luar negeri. (Mahkamah Konstitusi RI)
Penjelasan pemerintah mengenai pendidikan Gibran tersebut disampaikan dalam rangka pemeriksaan perkara terkait persyaratan pendidikan pencalonan Wakil Presiden di MK. Perkara tersebut diajukan oleh Denny Indrayana bersama sejumlah pemohon lainnya dan terdaftar dengan Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026. (detikcom)
Kata kunci: Gibran Rakabuming Raka, pendidikan Gibran, penyetaraan pendidikan Gibran, UTS Insearch, mata kuliah Gibran, SMK, Kemendikdasmen, MK, Australia, akuntansi dan keuangan.







