PrakarsaWarga.Com – Tujuh hari telah berlalu sejak kepergian komedian senior Simson Rarameha Ngadang atau yang lebih dikenal sebagai Temon. Meski waktu terus berjalan, suasana duka masih begitu terasa di tengah keluarga dan para sahabat yang ditinggalkan.
Sosok yang paling merasakan kehilangan adalah sang istri, Mae. Untuk meredakan rasa rindu kepada suaminya, ia memilih mengenang berbagai momen indah yang pernah mereka lalui bersama selama menjalani rumah tangga.
Mae mengungkapkan bahwa salah satu cara mengobati kerinduannya adalah dengan menyanyikan lagu-lagu yang memiliki kenangan khusus bersama Temon. Lagu-lagu tersebut merupakan bagian dari perjalanan cinta mereka sejak pertama kali bertemu pada 1998, ketika Temon masih aktif sebagai penyiar radio.
Menurut Mae, setiap lagu yang diputar mampu menghadirkan kembali kenangan manis bersama sang suami. Hal itu menjadi penguat di tengah rasa kehilangan yang masih begitu mendalam.
Tak hanya melalui lagu, Mae juga mempertahankan kebiasaan yang mengingatkannya pada Temon. Ia mengaku kini tidur di sisi ranjang yang dahulu ditempati sang suami. Bahkan, bantal dan perlengkapan tidur terakhir yang digunakan almarhum masih tetap dibiarkan seperti semula.
Bagi Mae, menjaga benda-benda yang pernah digunakan Temon menjadi salah satu cara untuk tetap merasakan kedekatan dengan sosok yang telah menemaninya selama bertahun-tahun.
Kepergian Temon pada Minggu, 12 Juli 2026, meninggalkan duka mendalam bagi dunia hiburan Indonesia. Komedian yang dikenal lewat gaya humornya itu mengembuskan napas terakhir pada pukul 08.42 WIB dalam usia 59 tahun akibat serangan jantung.
Sebelum meninggal dunia, Temon sempat mendapatkan penanganan medis setelah mengeluhkan nyeri di bagian dada. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan. Jenazah kemudian dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Meski telah berpulang, sosok Temon akan selalu dikenang melalui karya-karyanya di dunia hiburan maupun kenangan indah yang tersimpan di hati keluarga, sahabat, dan para penggemarnya.









