PrakarsaWarga.Com – DPRD Kota Bogor mengajak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bogor untuk mengambil peran lebih aktif dalam menjaga stabilitas perekonomian daerah di tengah kebijakan efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026. Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan dan aktivitas ekonomi tetap berjalan.
Ajakan tersebut disampaikan saat jajaran pengurus Kadin Kota Bogor periode 2026–2031 melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor DPRD Kota Bogor. Rombongan dipimpin Ketua Kadin terpilih, Arwinsyah Putra, dan diterima langsung oleh Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, bersama Ketua Komisi III Ahmad Aswandi serta Sekretaris Komisi II Mochamad Benninu Argoebie.
Dalam pertemuan tersebut, Arwinsyah menjelaskan bahwa kunjungan dilakukan sebagai bagian dari persiapan menjelang pelantikan kepengurusan baru Kadin. Ia berharap berbagai masukan dari DPRD dapat menjadi bekal untuk menyusun program kerja yang mampu menjawab kebutuhan pelaku usaha sekaligus mendukung pembangunan Kota Bogor.
“Kami ingin mendapatkan arahan dan pandangan dari DPRD agar kepengurusan Kadin ke depan dapat bekerja lebih optimal serta memberikan manfaat bagi dunia usaha dan masyarakat,” ujar Arwinsyah.
Menurutnya, berbagai saran yang diberikan akan menjadi bahan evaluasi dalam menyempurnakan struktur organisasi dan menyusun program yang lebih relevan dengan kondisi ekonomi saat ini.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, menilai Kadin memiliki posisi strategis dalam membantu pemerintah menjaga pertumbuhan ekonomi daerah. Di tengah keterbatasan fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran, sinergi dengan sektor swasta menjadi semakin penting.
Ia berharap Kadin dapat menghadirkan inovasi dan terobosan yang mampu mendorong investasi, memperkuat dunia usaha, serta menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi kunci agar pembangunan tetap berjalan meskipun anggaran daerah menghadapi keterbatasan,” katanya.
Senada dengan itu, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bogor, Mochamad Benninu Argoebie, menilai dunia usaha di Kota Bogor perlu mulai mengembangkan sektor-sektor ekonomi baru. Menurutnya, Kadin tidak lagi cukup hanya berfokus pada sektor konvensional seperti konstruksi dan infrastruktur.
Ia mendorong Kadin untuk lebih aktif menggali potensi ekonomi kreatif, perdagangan, jasa, pariwisata, hingga sektor digital yang dinilai memiliki peluang besar dalam meningkatkan daya saing daerah.
Selain memperluas sektor usaha, Benninu juga berharap Kadin mampu memperkuat kemitraan dengan Pemerintah Kota Bogor guna mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pertumbuhan investasi dan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.
Melalui sinergi yang semakin erat antara DPRD, Pemerintah Kota Bogor, dan Kadin, diharapkan iklim usaha di Kota Bogor semakin kondusif, investasi terus meningkat, serta mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.









