Minat Program Bayi Tabung di Indonesia Meningkat, Dokter Ungkap Faktor Utama Penentu Keberhasilan IVF

PrakarsaWarga.Com – Kesadaran pasangan suami istri di Indonesia untuk memeriksakan kesehatan reproduksi semakin meningkat. Kondisi ini terlihat dari bertambahnya pasangan yang berkonsultasi mengenai program bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) sejak usia pernikahan masih relatif muda, tanpa menunggu bertahun-tahun mengalami kesulitan memiliki keturunan.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Ivan Sini, SpOG, mengungkapkan bahwa tren tersebut menunjukkan perubahan pola pikir masyarakat terhadap penanganan masalah kesuburan. Jika sebelumnya program bayi tabung sering dijadikan pilihan terakhir, kini banyak pasangan memilih melakukan pemeriksaan lebih awal agar peluang keberhasilan menjadi lebih besar.

Menariknya, peningkatan kesadaran juga terlihat dari keterlibatan para suami. Bila dahulu konsultasi lebih banyak dilakukan oleh pihak perempuan, kini tidak sedikit pria yang datang lebih dulu untuk menjalani pemeriksaan kesehatan reproduksi sebagai bagian dari evaluasi kesuburan pasangan.

Menurut dr. Ivan, meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai infertilitas membuat pasangan lebih terbuka untuk mencari solusi medis sejak dini. Langkah tersebut dinilai penting karena penanganan yang lebih cepat dapat memberikan peluang kehamilan yang lebih baik.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa usia calon ibu masih menjadi faktor paling berpengaruh terhadap keberhasilan program bayi tabung. Perempuan yang berusia di bawah 35 tahun umumnya memiliki kualitas dan cadangan sel telur yang lebih baik dibandingkan mereka yang berusia lebih tua.

Secara medis, tingkat keberhasilan program IVF pada perempuan berusia di bawah 35 tahun berada di kisaran 40 hingga 50 persen untuk setiap siklus. Peluang tersebut dapat meningkat apabila dilakukan pemeriksaan kromosom embrio sebelum proses transfer ke rahim melalui metode Preimplantation Genetic Testing for Aneuploidy (PGT-A).

Melalui teknologi tersebut, embrio akan diseleksi berdasarkan kondisi kromosomnya sehingga embrio yang memiliki peluang berkembang dengan baik dapat dipilih untuk ditanamkan. Dengan cara ini, tingkat keberhasilan kehamilan per transfer embrio dilaporkan dapat meningkat hingga mendekati 70 persen pada pasien yang memenuhi kriteria.

Selain faktor usia, dokter juga mengingatkan bahwa keberhasilan program bayi tabung dipengaruhi oleh kondisi kesehatan kedua pasangan, kualitas embrio, gaya hidup, serta penanganan yang dilakukan oleh tim medis. Oleh karena itu, pasangan yang mengalami kesulitan memperoleh keturunan disarankan tidak menunda konsultasi dengan dokter spesialis agar penyebab infertilitas dapat diketahui lebih awal.

Semakin cepat pemeriksaan dilakukan, semakin besar pula peluang untuk menentukan metode penanganan yang tepat. Dengan perkembangan teknologi reproduksi berbantu yang terus meningkat, program bayi tabung kini menjadi salah satu solusi yang memberikan harapan lebih besar bagi pasangan yang mendambakan kehadiran buah hati.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

# **KPK Resmi Tahan Empat Tersangka Kasus Korupsi Asuransi PT Pelni, Negara Rugi Rp15,6 Miliar**

# **KPK Resmi Tahan Empat Tersangka Kasus Korupsi Asuransi PT Pelni, Negara Rugi Rp15,6 Miliar**

Bupati Keluhkan Efisiensi Anggaran di DPR, APKASI Minta Aturan Gaji Kepala Daerah Direvisi

Bupati Keluhkan Efisiensi Anggaran di DPR, APKASI Minta Aturan Gaji Kepala Daerah Direvisi

Universitas Republik Indonesia Resmi Berdiri, Pengamat Soroti Peluang dan Tantangan Besarnya

Universitas Republik Indonesia Resmi Berdiri, Pengamat Soroti Peluang dan Tantangan Besarnya

Sule Soroti Status Ahli Waris Teddy Pardiyana, Singgung Nasib Aset Mendiang Lina Jubaedah

Sule Soroti Status Ahli Waris Teddy Pardiyana, Singgung Nasib Aset Mendiang Lina Jubaedah

Dewi Perssik Punya Cara Unik Obati Rindu pada Putra yang Kini Jalani Pendidikan di Akmil

Dewi Perssik Punya Cara Unik Obati Rindu pada Putra yang Kini Jalani Pendidikan di Akmil

# **Pelanggaran Etik Hakim Melonjak pada 2026, Sebanyak 121 Hakim Dijatuhi Sanksi**

# **Pelanggaran Etik Hakim Melonjak pada 2026, Sebanyak 121 Hakim Dijatuhi Sanksi**