PrakarsaWarga.com – Jamur kancing selama ini lebih sering dikenal sebagai pelengkap berbagai hidangan. Namun, di balik bentuknya yang sederhana, jamur ini ternyata memiliki kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif yang menarik untuk dikulik.
Jamur kancing banyak digunakan dalam berbagai menu, mulai dari tumisan, sup, pepes, pizza hingga pasta. Teksturnya yang kenyal dengan cita rasa umami dan sedikit earthy membuat jamur ini mudah dipadukan dengan beragam masakan.
Meski sekitar 90 persen kandungannya berupa air, bukan berarti jamur kancing miskin nutrisi. Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, M.Sc, menjelaskan bahwa bagian lainnya mengandung sejumlah zat penting.
Dalam unggahannya di TikTok pada 11 Agustus, Prof. Zulys menyebut jamur kancing mengandung protein nabati, serat pangan, vitamin B kompleks, serta ergothioneine.
Ergothioneine merupakan senyawa antioksidan yang banyak mendapat perhatian dalam penelitian. Senyawa tersebut diketahui memiliki potensi dalam membantu melindungi sel dari tekanan oksidatif.
“Penelitian menunjukkan jamur kancing mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi,” jelas Prof. Zulys.
Berpotensi Mendukung Kesehatan Usus
Manfaat jamur kancing juga dikaitkan dengan kesehatan sistem pencernaan. Penelitian yang dipublikasikan pada 2025 di Molecular Nutrition and Food Research menunjukkan adanya potensi konsumsi jamur kancing dalam membantu menjaga integritas dinding usus, mengurangi stres oksidatif, menekan peradangan, serta mendukung komposisi mikrobiota usus.
Menurut Prof. Zulys, kemampuan jamur menghasilkan berbagai senyawa pelindung merupakan bagian dari mekanisme alaminya untuk bertahan hidup di lingkungan.
Salah satu senyawa yang menarik perhatian adalah ergothioneine. Senyawa ini memiliki aktivitas antioksidan dan berpotensi membantu melindungi sel dari kerusakan akibat stres oksidatif.
Benarkah Jamur Menyebabkan Asam Urat?
Anggapan bahwa mengonsumsi jamur secara otomatis menyebabkan asam urat juga perlu diluruskan. Jamur memang mengandung purin, tetapi jumlahnya tergolong sedang dan tidak serta-merta menjadi penyebab utama asam urat pada orang sehat.
Prof. Zulys menekankan bahwa penderita gout tetap perlu memperhatikan jumlah total purin yang dikonsumsi dari seluruh makanan sehari-hari.
Artinya, jamur kancing tidak perlu langsung dianggap sebagai makanan yang harus dihindari oleh semua orang. Konsumsi dalam jumlah wajar tetap perlu menjadi bagian dari pola makan yang seimbang.
Jamur Kancing Bukan Makanan Ajaib
Meski memiliki berbagai kandungan menarik, jamur kancing bukanlah makanan ajaib ataupun obat untuk penyakit tertentu.
Jamur kancing lebih tepat dipandang sebagai salah satu bahan pangan rendah kalori yang menyediakan protein nabati, serat, vitamin, serta berbagai senyawa bioaktif. Dengan pengolahan dan porsi yang tepat, jamur dapat menjadi salah satu pilihan untuk melengkapi menu makanan sehari-hari.







