AS Pertimbangkan Tarif Baru Produk Teknologi China, Chip hingga Laptop Jadi Sasaran

PrakarsaWarga.Com – Amerika Serikat (AS) dilaporkan sedang mempertimbangkan kebijakan tarif impor baru terhadap berbagai produk teknologi asal China. Semikonduktor atau chip menjadi salah satu sektor utama yang masuk dalam rencana tersebut, bersama laptop, server pusat data, hingga perangkat keras untuk industri gim.

Wacana penerapan tarif baru ini muncul di tengah persaingan teknologi antara AS dan China yang semakin ketat, khususnya dalam pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Kedua negara berlomba memperkuat penguasaan teknologi dan infrastruktur komputasi yang menjadi fondasi perkembangan AI global.

Informasi mengenai rencana tersebut pertama kali mencuat melalui laporan Politico yang mengutip sejumlah sumber internal. Disebutkan, kebijakan tarif terhadap produk teknologi China itu masih berada pada tahap awal pembahasan sehingga detail aturan maupun besaran tarifnya masih berpotensi mengalami perubahan dalam beberapa bulan mendatang.

Penerapannya pun diperkirakan tidak akan dilakukan sekaligus. Pemerintah AS disebut tengah mempertimbangkan skema pelaksanaan secara bertahap.

Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana tarif impor baru tersebut. Namun, kebijakan ini disebut sejalan dengan agenda pemerintah Presiden Donald Trump untuk mendorong kembalinya industri manufaktur semikonduktor ke Amerika Serikat.

Seorang perwakilan Gedung Putih menyatakan kebijakan pemerintah selama ini telah menarik investasi besar ke sektor-sektor strategis, termasuk industri semikonduktor.

“Berbagai kebijakan tersebut telah mengamankan investasi senilai ratusan miliar dolar di sektor penting ini,” kata perwakilan Gedung Putih, seperti dikutip dari CNBC, Jumat (28/8/2026).

Rencana pembatasan terhadap produk semikonduktor China sebenarnya bukan hal baru dalam kebijakan perdagangan AS. Pemerintahan sebelumnya di bawah Presiden Joe Biden juga telah menerapkan sejumlah langkah untuk membatasi akses China terhadap teknologi chip canggih.

Sebelumnya, Donald Trump juga sempat melempar wacana pengenaan tarif tinggi, bahkan hingga sekitar 100 persen, terhadap chip dan semikonduktor. Namun, perusahaan yang bersedia membangun fasilitas produksi di Amerika Serikat disebut berpeluang mendapatkan pengecualian dari bea masuk tersebut.

Pada Januari lalu, pemerintahan Trump juga telah menerapkan tarif sebesar 25 persen terhadap jenis chip kecerdasan buatan tertentu. Meski AS memperketat pembatasan ekspor teknologi, perusahaan-perusahaan China dilaporkan masih memiliki sejumlah jalur untuk mengakses kemampuan komputasi tingkat lanjut, termasuk melalui penyedia layanan cloud di luar negeri.

Kondisi tersebut menjadi perhatian para pengamat industri. Akses terhadap infrastruktur komputasi dinilai menjadi salah satu faktor yang mendorong pesatnya perkembangan model AI di China.

Pemerintah AS kini disebut tengah menyiapkan langkah lanjutan untuk menutup celah tersebut. Meski demikian, sejumlah tantangan masih harus dihadapi sebelum kebijakan baru itu benar-benar diterapkan dan memberikan dampak terhadap persaingan teknologi global.

Jika rencana tarif ini resmi diberlakukan, kebijakan tersebut berpotensi memengaruhi rantai pasok industri teknologi dunia. Harga produk seperti chip, laptop, server, dan perangkat teknologi lainnya juga menjadi sektor yang perlu diperhatikan, mengingat hubungan dagang AS-China memiliki pengaruh besar terhadap pasar global.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Fenomena Langka, Anak Kerbau Dua Kepala Lahir di Manggarai Barat

Fenomena Langka, Anak Kerbau Dua Kepala Lahir di Manggarai Barat

AS Pertimbangkan Tarif Baru Produk Teknologi China, Chip hingga Laptop Jadi Sasaran

AS Pertimbangkan Tarif Baru Produk Teknologi China, Chip hingga Laptop Jadi Sasaran

Masa Depan Cody Gakpo di Liverpool Masih Abu-Abu, Iraola Tak Berani Beri Jaminan

5 Sayuran yang Bisa Membantu Menjaga Lemak Visceral, Bayam Salah Satunya

5 Sayuran yang Bisa Membantu Menjaga Lemak Visceral, Bayam Salah Satunya

Zulhas Dorong Pertanian dan Peternakan Indonesia Gunakan Teknologi

Ardhito Pramono Gugat Sony Music, Persoalkan Penggunaan Lagu di Korea Selatan

Ardhito Pramono Gugat Sony Music, Persoalkan Penggunaan Lagu di Korea Selatan