PrakarsaWarga.Com – Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali mendorong mahasiswa untuk berperan aktif dalam pengembangan ekonomi biru melalui Kompetisi Kemaritiman Nasional (KKMN) ke-14. Ajang yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ini menjadi wadah untuk mengembangkan ide, kreativitas, serta inovasi di bidang kemaritiman.
KKMN ke-14 digelar di Aula Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Unhas, Sabtu (5/9/2026). Tahun ini, kompetisi mengangkat tema “Blue Innovation for Global Resilience: Menguatkan Peran Generasi Muda dalam Ekonomi Biru dan Keberlanjutan Maritim Dunia.”
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof Muhammad Ruslin, mengatakan KKMN memiliki peran lebih luas dibandingkan sekadar ajang perlombaan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas pengetahuan sekaligus meningkatkan kemampuan dan kreativitas.
“KKMN merupakan ruang bagi mahasiswa untuk meningkatkan wawasan, keterampilan, dan kreativitas. Kami berharap pertemuan ini juga membuka ruang kolaborasi dan melahirkan inovasi yang dapat terus dikembangkan,” ujar Ruslin.
Senada, Direktur Kemahasiswaan Unhas Prof Suhasman menilai pelaksanaan KKMN hingga edisi ke-14 menjadi bukti konsistensi kampus dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa.
Ia menyebut kompetisi kemaritiman tersebut tidak hanya memberikan pengalaman berkompetisi, tetapi juga mendorong lahirnya berbagai gagasan baru yang berpotensi dikembangkan untuk menjawab tantangan di sektor maritim.
Rangkaian KKMN 2026 telah dimulai sejak Juni. Pada tahun ini, kompetisi diikuti 260 tim yang berasal dari 52 perguruan tinggi di berbagai daerah Indonesia.
Setelah melewati tahapan seleksi, sebanyak 54 tim dari 19 perguruan tinggi berhasil lolos ke babak final. Sejumlah perguruan tinggi yang mengirimkan peserta antara lain Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, IPB University, Universitas Udayana, Universitas Sriwijaya, Universitas Mulawarman, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Negeri Padang, Universitas Sulawesi Barat, dan Universitas Negeri Gorontalo.
Para finalis kemudian beradu kemampuan dalam empat kategori, yakni Debat Kemaritiman, Poster Kemaritiman, Videografi Kemaritiman, serta Karya Tulis Ilmiah Kemaritiman.
Babak final diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari pameran poster, presentasi karya ilmiah, penilaian karya video, hingga pertandingan final Debat Kemaritiman.
Menurut Suhasman, tema yang diusung tahun ini mengajak mahasiswa untuk melihat sektor perairan tidak hanya dari sisi potensi ekonominya, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan.
“KKMN tahun ini mendorong mahasiswa untuk melihat potensi sekaligus tantangan dalam pemanfaatan sumber daya perairan secara bertanggung jawab. Gagasan tersebut kemudian dituangkan melalui berbagai karya dan inovasi,” pungkasnya.
Melalui KKMN, Unhas berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap sektor maritim sekaligus mampu menghasilkan inovasi untuk mendukung ekonomi biru dan keberlanjutan sumber daya laut Indonesia.









