PrakarsaWarga.Com – Jurusan kedokteran sering dianggap sebagai salah satu program studi dengan biaya pendidikan tinggi. Apalagi jika kuliah di perguruan tinggi swasta (PTS), biaya yang harus disiapkan bisa mencapai puluhan juta rupiah setiap semester.
Namun, kondisi tersebut tidak selalu menjadi penghalang bagi calon mahasiswa yang memiliki keterbatasan biaya. Program KIP Kuliah dapat membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan pendidikan, termasuk bagi mereka yang mengambil program studi kedokteran.
Salah satunya dirasakan Citra Lestri, mahasiswa Kedokteran President University. Berkat KIP Kuliah, ia mendapatkan pembebasan biaya kuliah sekaligus uang bangunan.
Biaya Kuliah Kedokteran Bisa Ditanggung KIP Kuliah
Citra mengatakan biaya pendidikan kedokteran di President University dapat mencapai sekitar Rp50 juta per semester. Selain itu, terdapat uang bangunan yang nilainya mencapai Rp500 juta.
Sebagai penerima KIP Kuliah, Citra tidak perlu menanggung biaya tersebut. Kesempatan ini membuatnya bisa melanjutkan pendidikan kedokteran meski biaya kuliahnya tergolong tinggi.
Citra berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik hingga dirinya menyelesaikan pendidikan dan nantinya menjadi dokter yang kompeten.
Seleksi KIP Kuliah Tidak Hanya Administrasi
Citra menjelaskan bahwa proses mendapatkan KIP Kuliah untuk jurusan kedokteran cukup panjang. Ia harus mengikuti beberapa tahapan seleksi sebelum akhirnya diterima sebagai penerima bantuan.
Tahap awal dilakukan melalui LLDIKTI, mulai dari seleksi administrasi hingga wawancara. Setelah itu, calon penerima mengikuti proses seleksi di President University.
Seleksi di kampus mencakup beberapa tes, seperti psikotes, kemampuan bahasa Inggris, pengetahuan umum, dan wawancara. Tahap wawancara terakhir bahkan dilakukan menggunakan bahasa Inggris.
Menurut Citra, psikotes, tes bahasa Inggris, pengetahuan umum, dan wawancara menjadi bagian yang cukup menentukan dalam proses seleksi.
Mahasiswa Kedokteran Gigi Juga Dapat KIP Kuliah
Pengalaman mendapatkan kuliah gratis melalui KIP Kuliah juga dialami Rohmatul Wafa’i, mahasiswa baru Program Studi Kedokteran Gigi di Universitas Medika Suherman.
Wafa sebelumnya aktif mencari informasi mengenai berbagai beasiswa melalui media sosial. Upaya tersebut akhirnya membawanya mendapatkan KIP Kuliah.
Ia mengatakan kondisi ekonomi keluarga sempat menjadi kendala untuk melanjutkan pendidikan. Karena itu, Wafa berusaha mencari informasi beasiswa agar tetap bisa mengejar cita-citanya di bidang kedokteran.
Ada Tes Tertulis hingga Pemeriksaan Kesehatan
Wafa juga harus melewati sejumlah tahapan seleksi untuk mendapatkan KIP Kuliah. Proses tersebut mencakup seleksi tertulis, Computer Based Test (CBT), hingga pemeriksaan kesehatan atau medical check-up.
Setelah mendapatkan bantuan, Wafa berharap biaya pendidikan maupun kebutuhan sehari-hari tidak lagi menjadi beban bagi orang tuanya.
Ia juga ingin menggunakan kesempatan tersebut sebaik mungkin hingga lulus dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
KIP Kuliah Jadi Alternatif bagi Calon Mahasiswa
Kisah Citra dan Wafa menunjukkan bahwa calon mahasiswa dengan keterbatasan ekonomi tetap memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan di bidang kesehatan melalui bantuan pendidikan.
Bagi siswa yang ingin mendaftar, mencari informasi sejak awal dan mempersiapkan seluruh persyaratan menjadi langkah penting. Selain administrasi, calon penerima juga perlu mempersiapkan diri menghadapi berbagai tahapan seleksi sesuai ketentuan kampus dan penyelenggara. (RFA)








