PrakasaWarga.com – Aktivitas pendidikan di Iran kembali berjalan setelah sekolah-sekolah sempat ditutup selama berbulan-bulan akibat konflik bersenjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah.
Hari pertama tahun ajaran baru ditandai dengan kembalinya para siswa ke ruang kelas. Di wilayah barat Teheran, sejumlah orang tua terlihat mengantar putri mereka menuju sekolah dasar khusus perempuan. Para siswi mengenakan seragam sekolah dan jilbab saat memulai kembali kegiatan belajar.
Menurut laporan AFP yang dikutip pada Rabu (24/9/2026), kegiatan pendidikan di Iran sebelumnya dihentikan setelah perang pecah pada 28 Februari. Konflik tersebut turut berdampak pada fasilitas pendidikan di sejumlah wilayah.
Salah satu insiden terjadi di Kota Minab, Iran bagian selatan. Sebuah sekolah dilaporkan terkena serangan yang menyebabkan banyak korban jiwa, termasuk anak-anak. Peristiwa tersebut menjadi salah satu dampak paling serius konflik terhadap sektor pendidikan.
Setelah kondisi memungkinkan, pemerintah Iran kembali mengaktifkan kegiatan sekolah secara bertahap. Di Minab pada Rabu (23/9), Wakil Presiden Iran Bidang Sains dan Teknologi, Hossein Afshin, menghadiri pembukaan tahun ajaran baru dan membunyikan bel sekolah sebagai tanda dimulainya kembali kegiatan belajar.
Pembukaan sekolah menjadi momen penting bagi siswa dan keluarga setelah aktivitas pendidikan terhenti dalam waktu cukup lama. Pemerintah Iran kini menghadapi tantangan untuk memastikan proses pembelajaran dapat berlangsung di tengah situasi keamanan yang masih terdampak konflik.
Kembalinya siswa ke sekolah juga menjadi bagian dari upaya memulihkan aktivitas masyarakat setelah berbulan-bulan menghadapi dampak perang.
:::
10 hashtag:








