Fadli Zon Lihat Museum Mesir sebagai Model Pengembangan Ekonomi Budaya
PrakarsaWarga.Com – Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menilai pengelolaan museum di Mesir dapat menjadi referensi bagi Indonesia dalam mengembangkan sektor budaya sekaligus menciptakan peluang ekonomi.
Hal tersebut disampaikannya setelah mengunjungi National Museum of Egyptian Civilization (NMEC) di Kairo dalam rangkaian kunjungan kerja ke Mesir. Museum yang dibuka pada 2021 itu menyajikan perjalanan peradaban Mesir dari masa kuno, era Koptik, periode Islam, hingga zaman modern.
Menurut Fadli Zon, museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan dan merawat benda bersejarah. Museum juga dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan identitas budaya sekaligus mendorong aktivitas ekonomi kreatif.
Salah satu contoh terlihat dari aktivitas di NMEC. Museum tersebut dikunjungi ribuan wisatawan setiap harinya dan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti toko suvenir, kafe, serta layanan lainnya.
Salah satu koleksi yang menjadi daya tarik utama adalah mumi para raja dan ratu Mesir dari berbagai dinasti. Selain itu, pengunjung juga dapat melihat berbagai peninggalan yang menunjukkan perkembangan pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya masyarakat Mesir sejak ribuan tahun lalu.
Fadli menilai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa sejarah dapat dikemas menjadi sebuah pengalaman budaya yang menarik bagi masyarakat. Dengan pengelolaan yang tepat, warisan budaya juga dapat memberikan dampak ekonomi.
Kondisi tersebut menjadi pembelajaran bagi Indonesia untuk mengembangkan museum sebagai etalase peradaban bangsa. Museum diharapkan tidak hanya berorientasi pada konservasi koleksi, tetapi juga mampu menghadirkan cerita sejarah yang mudah dipahami dan menarik bagi pengunjung.
Kementerian Kebudayaan sendiri terus mendorong transformasi, modernisasi, dan digitalisasi museum. Upaya tersebut diarahkan untuk menghubungkan pelestarian budaya dengan edukasi, apresiasi masyarakat, hingga pengembangan ekonomi budaya.
Fadli Zon menilai kekayaan sejarah dan budaya Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pengalaman wisata dan edukasi yang bernilai. Dengan demikian, museum dapat berperan dalam memperkuat identitas nasional sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi berbasis kebudayaan.
Dalam kunjungan tersebut, Fadli Zon turut didampingi sejumlah pejabat Kementerian Kebudayaan, di antaranya Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Endah T.D. Retnoastuti, Staf Khusus Menteri Rachmanda Primayuda, Direktur Promosi Kebudayaan Wawan Yogaswara, serta Kepala Subdirektorat Hubungan Media Andhini Widyasari.








