PrakarsaWarga.Com – Bergabungnya Joko Widodo (Jokowi) secara resmi dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai berpotensi meningkatkan elektabilitas partai berlambang gajah tersebut. Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, menilai Jokowi mulai mengambil langkah untuk memperkuat dukungan terhadap PSI.
Menurut Adi, keterlibatan Jokowi dalam berbagai kegiatan PSI, termasuk blusukan dan menghadiri acara partai, merupakan bagian dari upaya membangun popularitas dan meningkatkan dukungan masyarakat.
Ia menilai, meski Jokowi sebelumnya kerap hadir dalam agenda PSI, tingkat elektabilitas partai tersebut belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Adi menduga, keputusan Jokowi untuk mengungkapkan status keanggotaannya secara terbuka dapat memberikan dampak terhadap popularitas PSI, terutama karena partai tersebut masih berada di bawah ambang batas parlemen dalam sejumlah hasil survei.
Selain bergabung secara resmi, Adi juga menyebut kemungkinan Jokowi mengambil peran yang lebih besar di tubuh PSI. Salah satu skenario yang disorot adalah menjadikan Jokowi sebagai Ketua Umum PSI.
Menurutnya, dukungan dari relawan dan masyarakat yang selama ini mengikuti Jokowi dinilai dapat menjadi modal politik bagi PSI untuk memperluas basis dukungan.
Jokowi Ungkap Sudah Menjadi Anggota PSI Sejak 2025
Sebelumnya, Jokowi mengumumkan bahwa dirinya telah resmi menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025. Pengumuman tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi DPD PSI Kota Bandung di Grand Pasundan, Jalan Peta, Sabtu (26/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Jokowi menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) PSI kepada para kader. Ia menjelaskan bahwa dirinya telah menjadi bagian dari keluarga besar PSI sejak hampir satu tahun sebelumnya.
Jokowi juga membacakan nama lengkap dan nomor keanggotaan yang tercantum pada kartu tersebut. Langkah itu dilakukan untuk memperjelas statusnya sebagai anggota partai.
Ia berharap pengungkapan kartu keanggotaan tersebut dapat mengakhiri keraguan mengenai keterlibatannya di PSI.
Dengan status keanggotaan yang kini diumumkan secara terbuka, perhatian publik tertuju pada kemungkinan peran Jokowi dalam perjalanan politik PSI serta dampaknya terhadap elektabilitas partai tersebut.







