Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,84 Persen, Khofifah Dorong Investasi Ramah Lingkungan

PrakarsaWarga.Com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa perekonomian Jawa Timur tumbuh sebesar 5,84 persen pada semester I 2026. Menurutnya, capaian tersebut menjadi yang tertinggi di antara provinsi-provinsi di Pulau Jawa dan berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

Pernyataan itu disampaikan Khofifah dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Ia menilai pertumbuhan ekonomi perlu diikuti pemerataan manfaat pembangunan agar dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Khofifah juga mengingatkan bahwa peningkatan investasi dan pembangunan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Pertumbuhan ekonomi, menurutnya, tidak boleh mengabaikan keberlanjutan ekosistem.

“Pilihan kita bukan membangun atau menjaga alam, melainkan membangun sembari menjaga alam. Jika kita menjaga alam, alam akan menjaga kita. Pertumbuhan ekonomi harus seirama dengan perlindungan ekosistem,” kata Khofifah.

Investasi Jawa Timur Didorong Libatkan Pelaku Usaha Lokal

Selain menyoroti pertumbuhan ekonomi, Khofifah menekankan pentingnya peran Jawa Timur sebagai penghubung kegiatan ekonomi antarwilayah di Indonesia.

Menurutnya, kekuatan ekonomi daerah tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga oleh akses pasar, konektivitas distribusi, serta kemampuan menghubungkan investasi dengan potensi ekonomi masyarakat setempat.

Dalam mendukung aktivitas industri, Jawa Timur memiliki 13 kawasan industri, dua kawasan ekonomi khusus, serta kawasan industri halal. Keberadaan kawasan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong investasi dan memperkuat kegiatan ekonomi daerah.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga berupaya agar investasi yang masuk tidak hanya menguntungkan sektor industri, tetapi turut melibatkan pemasok lokal dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

“Kita mendorong agar investasi semakin memperkuat hubungan dengan pemasok lokal sehingga membuka lapangan pekerjaan lokal,” ujarnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat investasi, meningkatkan kesempatan kerja, serta memperkuat keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok industri.

Jawa Timur Perkuat Distribusi Logistik Nasional

Jawa Timur juga memiliki peran strategis dalam mendukung distribusi barang dan logistik nasional. Posisi tersebut membuka peluang bagi produk pertanian, perikanan, UMKM, dan industri untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Khofifah menyebut Jawa Timur saat ini menyuplai hampir 80 persen kebutuhan logistik di 17 provinsi di Indonesia. Peran tersebut dinilai penting dalam memperkuat hubungan perdagangan antara wilayah Indonesia bagian barat dan timur.

“Jatim kini menyuplai hampir 80% logistik di 17 provinsi di Indonesia. Konektivitas ini memberi ruang bagi hasil kerja petani, nelayan, pelaku UMKM, dan industri Jatim untuk menjangkau pasar lebih luas lagi,” ungkapnya.

Untuk mendukung peran tersebut, Pemprov Jawa Timur terus mendorong peningkatan konektivitas transportasi, terutama menuju Madura, kawasan pesisir selatan, dan wilayah kepulauan.

Penguatan akses transportasi diharapkan dapat memperlancar distribusi barang, menekan hambatan logistik, serta membantu produk unggulan daerah menjangkau konsumen di berbagai wilayah.

Infrastruktur Transportasi Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi

Sejumlah proyek infrastruktur turut menjadi bagian dari pengembangan konektivitas di Jawa Timur. Salah satunya adalah Jalan Lintas Selatan (Pansela) di Kabupaten Tulungagung yang telah tersambung sepanjang 51,56 kilometer.

Selain itu, pembukaan ruas Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) pada segmen Gending-Paiton sepanjang 24 kilometer menjadi salah satu perkembangan infrastruktur transportasi yang disoroti Khofifah.

Peningkatan konektivitas tersebut diharapkan dapat mempercepat mobilitas masyarakat dan distribusi barang, sekaligus membuka peluang ekonomi baru di berbagai daerah.

Khofifah menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi perlu didukung pembangunan yang merata, penguatan investasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perlindungan lingkungan.

“Pada semester I 2026, ekonomi Jatim tumbuh sebesar 5,84%, tertinggi se-Pulau Jawa, di atas rata-rata nasional,” tuturnya.

Dengan capaian tersebut, Pemprov Jawa Timur mendorong agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka statistik, tetapi juga memberikan manfaat nyata melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, pemerataan pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Universitas Leiden Buka 2 Posisi PhD untuk Riset Bahasa Indonesia, Gaji hingga Rp81 Juta per Bulan

Universitas Leiden Buka 2 Posisi PhD untuk Riset Bahasa Indonesia, Gaji hingga Rp81 Juta per Bulan

RI dan Universitas Al-Azhar Perluas Kerja Sama, Ada Double Degree hingga Kuliah Online

RI dan Universitas Al-Azhar Perluas Kerja Sama, Ada Double Degree hingga Kuliah Online

PTN Gratis Jadi Sorotan, Stella Christie Ungkap Tantangan Kualitas dan Biaya Kuliah

PTN Gratis Jadi Sorotan, Stella Christie Ungkap Tantangan Kualitas dan Biaya Kuliah

Harga Sembako Jatim 13 Oktober 2026: Elpiji 3 Kg Naik, Cabai dan Bawang Merah Turun

Harga Sembako Jatim 13 Oktober 2026: Elpiji 3 Kg Naik, Cabai dan Bawang Merah Turun

PTDI-STTD Buka Jalur Mandiri 2026, Ini Prodi, Syarat, dan Biayanya

PTDI-STTD Buka Jalur Mandiri 2026, Ini Prodi, Syarat, dan Biayanya

Kuliah Matematika Oxford Masih Pakai Papan Tulis, Ini Alasan Profesornya

Kuliah Matematika Oxford Masih Pakai Papan Tulis, Ini Alasan Profesornya