PrakarsaWarga.Com – Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2026 mencatatkan rekor baru dari sisi jumlah penonton. Ajang balap motor kelas dunia tersebut berhasil menarik perhatian ratusan ribu pengunjung sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi bagi masyarakat di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menilai tingginya jumlah penonton menjadi salah satu indikator positif keberhasilan penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah.
Berdasarkan data Dorna, jumlah penonton terus mengalami peningkatan selama tiga hari pelaksanaan. Pada hari pertama, tercatat sebanyak 39.510 orang hadir menyaksikan rangkaian kegiatan MotoGP Mandalika 2026.
Angka tersebut meningkat menjadi 53.296 penonton pada Sabtu. Sementara itu, pada hari puncak balapan atau Minggu (11/10/2026), jumlah penonton mencapai 65.069 orang.
Dengan demikian, total kehadiran penonton selama tiga hari mencapai 157.875 orang. Capaian ini melampaui rekor tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 140.324 penonton.
Erick Thohir Soroti Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika
Erick Thohir menyambut positif pencapaian tersebut. Menurutnya, penyelenggaraan ajang olahraga internasional tidak hanya berfungsi sebagai hiburan dan kompetisi, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi daerah tuan rumah.
Kehadiran penonton dari berbagai wilayah dapat mendorong aktivitas pariwisata, mulai dari sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Erick menegaskan bahwa penyelenggaraan berbagai event olahraga dapat menjadi salah satu cara untuk menggerakkan perekonomian daerah.
“Dan saya rasa event-event ini membuktikan apa? Membantu ekonomi daerah,” ujar Erick.
Menurutnya, keberhasilan sebuah event internasional juga perlu dilihat dari manfaat yang dirasakan masyarakat setempat, bukan semata-mata dari sisi penyelenggaraan pertandingan.
Persaingan Juara Dunia dan Pembalap Indonesia Tarik Perhatian
Tingginya antusiasme penonton MotoGP Mandalika 2026 juga tidak terlepas dari sejumlah faktor, termasuk persaingan para pembalap dalam perebutan gelar juara dunia.
Rivalitas Marc Marquez dan Jorge Martin menjadi salah satu daya tarik utama. Persaingan keduanya semakin menarik perhatian karena Martin disebut memimpin klasemen MotoGP 2026 dengan keunggulan dua poin atas Marquez.
Selain itu, kehadiran dua pembalap Indonesia, yakni Veda Ega Pratama dan Mario Aji, turut menambah semangat publik Tanah Air untuk mengikuti ajang balap tersebut.
Dukungan masyarakat terhadap pembalap nasional menjadi bagian penting dalam membangun antusiasme terhadap olahraga otomotif di Indonesia.
Erick juga menyampaikan bahwa Gubernur NTB bersama masyarakat setempat menyambut baik keberhasilan penyelenggaraan MotoGP Mandalika tahun ini.
Kelanjutan MotoGP Mandalika Menunggu Keputusan Presiden
Meski memberikan penilaian positif, Erick menyebut hasil penyelenggaraan dan evaluasi MotoGP Mandalika 2026 akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Laporan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah serta arah kebijakan penyelenggaraan event serupa pada masa mendatang, termasuk mengenai kelanjutan kontrak MotoGP di Mandalika.
Terkait perpanjangan kontrak, Erick mengatakan keputusan lebih lanjut masih menunggu arahan Presiden.
“Soal perpanjangan kontrak nanti kita tunggu putusan Bapak Presiden, ya. Mudah-mudahan nanti biar beliau yang menyampaikan,” katanya.
Kendati demikian, Erick menegaskan dukungannya terhadap keberlanjutan MotoGP di Mandalika. Ia menilai ajang tersebut merupakan kegiatan positif yang dapat memberikan manfaat bagi Indonesia, baik dalam bidang olahraga maupun pengembangan ekonomi dan pariwisata.
“Ya, kita pasti dukung, karena ini event yang bagus,” ujarnya.
Rekor penonton MotoGP Mandalika 2026 pun menjadi modal penting bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional. Ke depan, optimalisasi dampak ekonomi bagi masyarakat lokal diharapkan menjadi bagian penting dari keberlanjutan event tersebut.









