Balita 14 Bulan di Samarinda Meninggal Setelah Alami Sesak Napas, Ibu Ceritakan Kronologi

PrakarsaWarga.Com – Seorang anak perempuan berusia 1 tahun 2 bulan berinisial YS di Samarinda, Kalimantan Timur, meninggal dunia setelah mengalami sesak napas. Sang ibu, Sindhy Jumatun (25), mengungkapkan bahwa anaknya sempat menjalani pemeriksaan dan perawatan di rumah sakit sebelum kondisinya memburuk.

Menurut Sindhy, gangguan pernapasan tersebut mulai terlihat sekitar sepekan sebelum anaknya meninggal. Pada Kamis (8/10/2026), ia membawa YS ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan. Saat itu, saturasi oksigen anaknya disebut masih dalam kondisi normal.

Sindhy menuturkan, pemeriksaan awal belum menunjukkan adanya suara tambahan pada pernapasan YS. Dokter juga memperkirakan anaknya mungkin hanya mengalami batuk atau pilek.

Namun, kondisi YS semakin mengkhawatirkan dalam beberapa hari berikutnya. Pada Rabu (14/10/2026), Sindhy kembali membawa putrinya ke puskesmas untuk menjalani pemeriksaan.

Kali ini, dokter menemukan suara tambahan pada pernapasan YS dan menyarankan agar anak tersebut menjalani rawat inap.

Kondisi Anak Sempat Membaik Sebelum Memburuk

Setelah dari puskesmas, Sindhy membawa YS ke instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit. Ia mengaku sempat mendapat penjelasan bahwa kondisi anaknya masih normal.

Meski demikian, Sindhy tetap merasa khawatir karena pola pernapasan putrinya terlihat tidak seperti biasanya. Ia kemudian menghubungi dokter puskesmas untuk meminta surat rujukan agar YS dapat diperiksa lebih lanjut di poli anak.

Setelah kembali menjalani pemeriksaan di IGD, YS mendapatkan infus dan terapi nebulisasi sebelum dipindahkan ke kamar perawatan.

Sindhy mengatakan kondisi anaknya sempat menunjukkan perbaikan. Namun, sejak tengah malam hingga menjelang subuh, kondisinya kembali memburuk.

Ia mengungkapkan bahwa putrinya kemudian mengalami perubahan warna pada tubuh dan bibir sebelum akhirnya tidak lagi bernapas.

Ibu Sebut Anaknya Tidak Memiliki Riwayat Asma

Sindhy menjelaskan bahwa YS tidak memiliki riwayat asma maupun keluhan pernapasan sebelumnya. Menurutnya, anak tersebut memiliki riwayat keterlambatan tumbuh kembang dan peradangan pada mata.

Sejak berusia sekitar tujuh hingga delapan bulan, YS rutin menjalani pemeriksaan setiap dua minggu sekali. Selama masa tersebut, Sindhy mengaku tidak pernah menemukan riwayat gangguan pernapasan seperti asma pada putrinya.

Ibu Keluhkan Asap dan Abu di Lingkungan Rumah

Selain menceritakan kronologi kejadian, Sindhy juga mengungkapkan adanya asap dan abu berwarna hitam yang kerap mencapai lingkungan tempat tinggalnya di Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, Samarinda.

Menurutnya, abu yang diduga berasal dari pembakaran lahan sering terlihat di sekitar rumah pada pagi hari. Ia juga mengatakan arah angin kerap membawa asap hingga ke lingkungan tempat tinggalnya.

Meski demikian, Sindhy tidak dapat memastikan apakah paparan asap tersebut berkaitan dengan kondisi kesehatan anaknya.

Hingga berdasarkan keterangan yang disampaikan ibu korban, penyebab pasti meninggalnya YS belum dapat dipastikan. Dugaan keterkaitan antara paparan asap dan kondisi anak tersebut juga memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya memperhatikan gangguan pernapasan pada anak, terutama ketika keluhan semakin berat atau pola napas berubah. Pemeriksaan medis segera diperlukan apabila anak mengalami kesulitan bernapas.

 

 

 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Kumpulan Contoh Soal TKA SMK/MAK 2026 dan Kunci Jawaban Berbagai Mapel Pilihan

Kumpulan Contoh Soal TKA SMK/MAK 2026 dan Kunci Jawaban Berbagai Mapel Pilihan

Sebelum Meninggal Dunia, Yadi Timo Sempat Bernyanyi dan Bercanda Bersama Teman

Sebelum Meninggal Dunia, Yadi Timo Sempat Bernyanyi dan Bercanda Bersama Teman

IHSG Terjun Bebas 11,57 Persen, Ekonom Peringatkan Ancaman bagi Ekonomi Indonesia

IHSG Terjun Bebas 11,57 Persen, Ekonom Peringatkan Ancaman bagi Ekonomi Indonesia

Operasi Sikat Musi 2026, Polres Bongkar 143 Kasus Kejahatan

Operasi Sikat Musi 2026, Polres  Bongkar 143 Kasus Kejahatan

MotoGP Mandalika 2026 Mendunia, Telkomsat Andalkan Teknologi Satelit untuk Siaran ke Asia dan Eropa

MotoGP Mandalika 2026 Mendunia, Telkomsat Andalkan Teknologi Satelit untuk Siaran ke Asia dan Eropa

Balita 14 Bulan di Samarinda Meninggal Setelah Alami Sesak Napas, Ibu Ceritakan Kronologi

Balita 14 Bulan di Samarinda Meninggal Setelah Alami Sesak Napas, Ibu Ceritakan Kronologi