PrakarsaWarga.Com – Rasa lelah sering dianggap sebagai hal yang wajar, terutama setelah menjalani aktivitas padat atau kurang istirahat. Namun, jika kelelahan muncul secara terus-menerus tanpa penyebab yang jelas, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan karena bisa menjadi salah satu gejala awal penyakit jantung.
Banyak orang masih mengira penyakit jantung selalu diawali dengan nyeri dada yang hebat. Padahal, menurut pakar kardiologi, tanda awal gangguan jantung bisa jauh lebih halus, salah satunya adalah penurunan energi yang terjadi secara perlahan dan berlangsung dalam waktu lama.
Dokter spesialis jantung, dr. Sam Setareh, menjelaskan bahwa kelelahan yang muncul tiba-tiba, sulit hilang, serta disertai penurunan kemampuan melakukan aktivitas fisik merupakan sinyal yang perlu diwaspadai. Kondisi ini bahkan lebih sering terjadi pada wanita, yang kerap mengalami gejala penyakit jantung tidak seperti pria pada umumnya.
Saat fungsi jantung mulai menurun, kemampuan organ tersebut untuk memompa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh ikut berkurang. Akibatnya, jaringan dan organ tubuh tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup sehingga tubuh terasa lemas, cepat lelah, dan stamina menurun meski hanya melakukan aktivitas ringan.
Selain rasa lelah yang berkepanjangan, gejala lain yang patut diperhatikan adalah sesak napas saat melakukan pekerjaan yang sebelumnya terasa mudah, seperti menaiki tangga, berjalan kaki, atau membawa barang belanjaan. Jika aktivitas ringan saja sudah membuat tubuh cepat kehabisan napas, kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa jantung sedang bekerja lebih keras dari biasanya.
Tak hanya itu, beberapa gejala lain yang juga dapat mengindikasikan adanya gangguan jantung antara lain jantung berdebar, pusing, rasa tidak nyaman di dada, pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki, hingga kesulitan bernapas saat berbaring sehingga harus menggunakan beberapa bantal saat tidur.
Lalu, bagaimana membedakan lelah biasa dengan lelah akibat penyakit jantung? Kelelahan karena aktivitas umumnya akan membaik setelah beristirahat. Sebaliknya, kelelahan yang berkaitan dengan gangguan jantung cenderung menetap, tidak membaik meski sudah tidur cukup, bahkan perlahan semakin memburuk seiring waktu.
Para ahli mengimbau masyarakat agar tidak menganggap remeh perubahan kondisi tubuh, terutama jika rasa lelah disertai sesak napas, nyeri dada, jantung berdebar, pusing, atau pembengkakan pada kaki. Pemeriksaan ke dokter sejak dini dapat membantu mendeteksi penyakit jantung lebih cepat sehingga penanganan bisa dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.
Menjaga kesehatan jantung melalui pola makan bergizi, rutin berolahraga, tidur yang cukup, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan langkah penting untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.








