PrakarsaWarga.Com – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta dimanfaatkan untuk mengevaluasi sektor pendidikan di ibu kota. Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, Justin Adrian, menilai sistem pendidikan saat ini masih menghadapi tantangan besar karena belum sepenuhnya terhubung dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Menurut Justin, berbagai program pendidikan yang telah dijalankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memang patut diapresiasi. Namun, peningkatan akses pendidikan harus diimbangi dengan kebijakan yang mampu menghasilkan lulusan sesuai kebutuhan pasar kerja.
Ia menilai konsep link and match antara dunia pendidikan dan sektor industri masih belum berjalan optimal, sehingga berpotensi menciptakan lulusan yang kesulitan memperoleh pekerjaan.
“Hubungan antara arah pendidikan dengan kebutuhan industri yang berkembang di Jakarta masih belum sinkron,” ujarnya.
Pendidikan Harus Mengikuti Perkembangan Dunia Kerja
Justin mengatakan, Jakarta kini terus berkembang sebagai kota berbasis jasa, teknologi, dan ekonomi kreatif. Oleh sebab itu, kurikulum pendidikan, khususnya pendidikan vokasi, perlu disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja masa kini maupun masa depan.
Ia mencontohkan, apabila sekolah kejuruan terus menghasilkan lulusan pada bidang yang tidak lagi banyak dibutuhkan industri, maka angka pengangguran berpotensi meningkat.
Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat kerja sama antara sekolah, dunia usaha, dan pelaku industri agar lulusan SMK maupun sekolah lainnya memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan lapangan kerja.
Sertifikasi Guru Masih Menjadi Tantangan
Selain persoalan keterhubungan dengan industri, Justin juga menyoroti kualitas tenaga pendidik di Jakarta.
Ia menyebut jumlah guru bersertifikasi di sekolah negeri masih belum mencapai separuh dari total tenaga pendidik. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kualitas proses belajar mengajar di sekolah.
Peningkatan kompetensi guru, menurutnya, harus menjadi prioritas agar mutu pendidikan di Jakarta terus meningkat seiring perkembangan zaman.
Dorong Efisiensi Anggaran untuk Perluas Akses Pendidikan
Justin juga mengusulkan agar pemerintah melakukan pengelolaan anggaran pendidikan secara lebih efisien.
Menurutnya, penghematan anggaran dapat dialihkan untuk memperluas kesempatan belajar masyarakat, termasuk membuka peluang pendidikan gratis hingga jenjang perguruan tinggi bagi lebih banyak warga Jakarta.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan sektor pendidikan tidak hanya diukur dari banyaknya program bantuan, tetapi juga dari kualitas lulusan yang mampu terserap di dunia kerja.
Pemprov DKI Paparkan Berbagai Capaian Pendidikan
Sebelumnya, dalam peringatan HUT ke-499 Jakarta di kawasan Monumen Nasional (Monas), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan sejumlah program unggulan di bidang pendidikan.
Beberapa di antaranya meliputi penyaluran Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus kepada lebih dari 707 ribu pelajar, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) bagi 15.825 mahasiswa, hingga pelaksanaan program pemutihan ijazah.
Meski demikian, Justin menilai berbagai program tersebut perlu diiringi dengan pembenahan kualitas pendidikan, peningkatan kompetensi guru, serta penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri agar manfaatnya lebih optimal bagi masa depan generasi muda Jakarta.






