PrakarsaWarga.Com – Persaingan di industri penyedia layanan internet (Internet Service Provider/ISP) kini tidak lagi hanya ditentukan oleh kecepatan koneksi. Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan digital yang praktis dan responsif, perusahaan mulai berlomba menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih baik melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Salah satu langkah tersebut dilakukan oleh CBN yang menggandeng AI Rudder untuk menghadirkan layanan pelanggan berbasis conversational AI. Teknologi ini dirancang untuk mempercepat respons kepada pelanggan sekaligus meningkatkan efisiensi dalam menangani berbagai kebutuhan layanan purna jual (after-sales).
Kolaborasi ini menjadi bagian dari transformasi digital CBN dalam menjawab perubahan perilaku pelanggan. Saat ini, masyarakat tidak hanya menginginkan akses internet yang stabil dan cepat, tetapi juga layanan yang mudah diakses, responsif, dan tersedia selama 24 jam melalui berbagai kanal komunikasi.
Commerce Director CBN, Dedy Handoko, mengatakan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah ekspektasi pelanggan terhadap layanan internet. Menurutnya, kualitas pengalaman digital kini menjadi faktor utama dalam menentukan kepuasan pengguna.
Ia menjelaskan bahwa masa depan industri internet tidak hanya bergantung pada besarnya kecepatan koneksi, tetapi juga pada kemampuan perusahaan menghadirkan ekosistem digital yang lengkap dan saling terintegrasi.
Karena itu, CBN menghadirkan konsep All-in-One Home Connected, sebuah layanan yang menggabungkan internet berkecepatan tinggi, hiburan digital, keamanan digital, hingga layanan pelanggan berbasis AI dalam satu platform yang terintegrasi.
Melalui teknologi conversational AI dari AI Rudder, berbagai kebutuhan pelanggan kini dapat ditangani secara otomatis. Mulai dari memberikan informasi produk dan layanan, membantu pengecekan status pelanggan, hingga menangani kendala awal sebelum diteruskan kepada petugas apabila diperlukan.
Layanan tersebut tersedia melalui kanal suara maupun berbagai platform digital sehingga pelanggan dapat memperoleh bantuan lebih cepat tanpa harus menunggu antrean layanan pelanggan secara konvensional.
Selain meningkatkan kecepatan respons, solusi AI yang diterapkan juga dirancang agar dapat terhubung dengan sistem operasional yang telah dimiliki CBN. Dengan demikian, proses implementasi teknologi baru dapat dilakukan tanpa mengganggu sistem yang sudah berjalan.
Country Director AI Rudder Indonesia, Michael Ignetius Kauw, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus menghadirkan inovasi AI guna membantu CBN meningkatkan kualitas pelayanan di era transformasi digital.
Menurutnya, teknologi kecerdasan buatan kini telah berkembang jauh melampaui fungsi chatbot biasa. AI mampu membantu perusahaan menghadirkan komunikasi yang lebih cepat, konsisten, dan personal kepada pelanggan, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Kerja sama antara CBN dan AI Rudder juga menjadi contoh nyata bagaimana teknologi AI mulai memainkan peran penting dalam industri penyedia layanan internet di Indonesia.
Tren adopsi AI di sektor layanan pelanggan diperkirakan akan terus meningkat. Seiring bertambahnya jumlah pengguna layanan digital, perusahaan membutuhkan solusi yang mampu menangani volume permintaan pelanggan dalam jumlah besar tanpa mengurangi kualitas pelayanan.
Dengan strategi tersebut, CBN berharap mampu memperkuat posisinya di tengah persaingan industri ISP yang kini semakin mengutamakan pengalaman digital pelanggan. Inovasi berbasis AI dinilai menjadi salah satu kunci untuk menghadirkan layanan internet yang tidak hanya cepat, tetapi juga cerdas, efisien, dan memberikan kenyamanan bagi pengguna.









