PrakarsaWarga.com – Hujan abu vulkanik tidak hanya berdampak pada lingkungan dan aktivitas masyarakat, tetapi juga perlu diwaspadai oleh peternak. Abu yang menempel pada rumput dan hijauan dapat menurunkan kualitas pakan serta berisiko mengganggu kesehatan hewan ternak.
Dosen Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan IPB University, Dr. Heri Ahmad Sukria, mengingatkan peternak agar tidak sembarangan memberikan hijauan yang telah terpapar abu vulkanik.
Menurut Heri, paparan abu dalam jumlah sedikit masih dapat ditoleransi oleh ternak. Namun, kondisi menjadi lebih berisiko apabila abu terus menempel pada pakan dalam jumlah banyak dan berlangsung dalam waktu lama.
Salah satu kandungan yang perlu diperhatikan adalah silika. Zat tersebut sulit dicerna oleh ternak dan apabila terakumulasi secara berlebihan dapat mengganggu kesehatan.
Selain berpengaruh terhadap sistem pencernaan, paparan abu vulkanik juga berpotensi memicu gangguan kesehatan lainnya, termasuk masalah pada pernapasan. Dalam kondisi yang parah, dampaknya bahkan dapat membahayakan keselamatan ternak.
Peternak Disarankan Tidak Menggembalakan Ternak
Saat hujan abu vulkanik masih berlangsung, peternak sebaiknya membatasi aktivitas menggembalakan hewan di area terbuka. Ternak lebih aman ditempatkan di dalam kandang untuk mengurangi risiko mengonsumsi rumput yang terkontaminasi.
Pemberian pakan dapat dilakukan menggunakan metode cut and carry, yakni hijauan dipotong dari lokasi yang relatif aman, kemudian dibawa ke kandang.
Sebelum diberikan kepada ternak, hijauan yang terkena abu perlu dicuci dan dibersihkan terlebih dahulu. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi abu yang menempel pada permukaan tanaman.
Peternak juga perlu memperhatikan ketersediaan air minum. Air untuk ternak harus dipastikan bersih dan tidak tercampur abu vulkanik.
Tidak Semua Pakan yang Terkena Abu Harus Dibuang
Pakan hijauan yang terkena abu vulkanik tidak selalu harus langsung dibuang. Menurut Heri, pakan masih dapat dimanfaatkan apabila kondisinya memungkinkan dan telah dibersihkan secara menyeluruh sebelum diberikan kepada ternak.
Namun, selama hujan abu masih terjadi, peternak disarankan lebih berhati-hati dan menghindari pemberian rumput yang terpapar abu secara langsung.
Pengelolaan pakan menjadi penting karena ternak dapat mengalami gangguan kesehatan apabila terus-menerus mengonsumsi hijauan yang terkontaminasi.
Abu Vulkanik Pernah Picu Gangguan pada Ternak
Dampak abu vulkanik terhadap kesehatan ternak sebelumnya juga pernah terjadi di wilayah lereng Gunung Raung, Banyuwangi, Jawa Timur.
Pada 2021, sebanyak 135 ekor ternak warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah erupsi Gunung Raung. Salah satu keluhan yang muncul adalah penurunan nafsu makan karena abu menempel pada rumput yang menjadi pakan ternak.
Pemeriksaan yang dilakukan petugas kesehatan hewan juga menemukan kasus kolik abdomen atau nyeri pada bagian perut pada sejumlah ternak.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bagi peternak untuk lebih memperhatikan kebersihan pakan ketika terjadi erupsi gunung api atau hujan abu vulkanik.
Tips Aman Memberikan Pakan Saat Hujan Abu
Untuk mengurangi risiko kesehatan pada hewan ternak, peternak dapat melakukan beberapa langkah berikut:
1. Hindari menggembalakan ternak selama hujan abu masih berlangsung.
2. Tempatkan ternak di dalam kandang yang terlindung.
3. Pilih hijauan dari lokasi yang minim paparan abu.
4. Cuci dan bersihkan rumput sebelum diberikan kepada ternak.
5. Gunakan sistem cut and carry selama kondisi belum aman.
6. Pastikan air minum tetap bersih*dan tidak tercemar abu vulkanik.
Dengan pengelolaan pakan yang tepat, risiko gangguan kesehatan pada ternak akibat paparan abu vulkanik dapat diminimalkan.








