Bappenas Siapkan Manajemen Talenta Nasional, Bibit Unggul Dibina Sejak PAUD

PrakarsaWarga.Com – Pemerintah tengah membangun ekosistem untuk menemukan dan mengembangkan talenta unggul Indonesia sejak usia dini. Salah satunya melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) yang diperkenalkan Kementerian PPN/Bappenas dalam Indonesia Research and Innovation Fair (IRIFair) 2026.

Program yang mulai diusung sejak 2024 ini dirancang untuk membina generasi muda berpotensi hingga berkembang menjadi talenta unggul yang mampu menghasilkan inovasi dan berkontribusi di tingkat global.

Talenta Dicari Sejak Jenjang PAUD

Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, menjelaskan MTN mencakup rangkaian pembinaan yang dilakukan sejak seseorang masih berada pada tahap awal pendidikan.

Tahap pertama adalah mengidentifikasi bibit unggul atau talenta pra-bibit. Potensi tersebut dapat ditemukan mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.

Siswa yang memiliki bakat dan minat tinggi, terutama di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), menjadi salah satu sasaran program.

Untuk jenjang SD hingga SMA, peserta yang masuk dalam pencarian talenta antara lain siswa yang telah mengikuti berbagai kompetisi atau olimpiade.

Masuk Tahap Pembibitan dan Riset

Setelah proses identifikasi, talenta akan masuk ke tahap pembibitan. Pada tahap ini, peserta mendapatkan pembinaan bakat yang lebih terarah.

Pembinaan tidak hanya menyasar pelajar. Mahasiswa maupun peneliti juga dapat masuk dalam ekosistem tersebut, termasuk melalui kegiatan asistensi riset.

Dengan pola pembinaan berkelanjutan, talenta diharapkan tidak berhenti pada pencapaian kompetisi, tetapi dapat berkembang menjadi individu yang mampu melakukan penelitian dan menghasilkan inovasi.

BRIN dan Kemendiktisaintek Terlibat dalam Penguatan Kompetensi

Tahap berikutnya adalah penguatan kompetensi bagi talenta yang sudah masuk kategori potensial.

Dalam tahap ini, riset menjadi salah satu bagian penting. Kegiatan penelitian dan pengembangan inovasi akan berada dalam pembinaan, antara lain melalui BRIN dan Kemendiktisaintek.

Bappenas berharap proses tersebut dapat menghasilkan ilmuwan dan talenta unggul yang mampu memberikan kontribusi pada tingkat global melalui inovasi.

Bappenas Berharap Ada Peraih Nobel dari Indonesia

Pengembangan talenta juga diarahkan untuk menghasilkan terobosan ilmiah yang memiliki dampak luas.

Pungkas Bahjuri Ali menyampaikan harapan agar dari talenta yang sedang dikembangkan saat ini nantinya muncul peneliti Indonesia yang mampu menghasilkan penemuan besar hingga meraih penghargaan Nobel.

Menurutnya, Indonesia selama ini telah menjadi tempat berlangsungnya berbagai penelitian, tetapi peraih Nobel dari peneliti Indonesia belum terwujud.

Harapan tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai target jangka panjang dari pengembangan ekosistem talenta dan riset di Indonesia.

Pemerintah Ingin Pembinaan Talenta Tidak Terputus

Selain menemukan bibit unggul, Bappenas menilai tantangan lainnya adalah memastikan proses pembinaan berjalan secara berkelanjutan.

Artinya, talenta yang telah ditemukan perlu mendapatkan ruang untuk belajar, melakukan penelitian, berkolaborasi, mengembangkan inovasi, hingga memiliki jalur karier yang jelas.

Bappenas ingin membangun ekosistem yang dapat mencegah terjadinya “rantai putus” dalam proses pengembangan talenta.

Nantinya, talenta juga akan diarahkan ke dua fokus riset, yaitu hilirisasi dan pengembangan keilmuan.

Pengembangan talenta untuk hilirisasi diharapkan dapat menghasilkan inovasi yang mampu menjawab berbagai kebutuhan pembangunan.

Dengan demikian, MTN tidak hanya berfokus mencari siswa berprestasi, tetapi juga membangun jalur pembinaan jangka panjang agar potensi tersebut dapat berkembang menjadi kemampuan riset, inovasi, dan kontribusi nyata. (RFA)

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Kirana Larasati Putus Kerja Sama dengan Nellava, Ini Alasannya

Kirana Larasati Putus Kerja Sama dengan Nellava, Ini Alasannya

Kirana Larasati Siap Beri Keterangan soal Dugaan Penipuan Investasi Emas Rp 25 Miliar

Kirana Larasati Siap Beri Keterangan soal Dugaan Penipuan Investasi Emas Rp 25 Miliar

Peta Dunia di Buku Sekolah Bisa Menyesatkan? Ini Perbedaan Mercator dan Equal Earth

Peta Dunia di Buku Sekolah Bisa Menyesatkan? Ini Perbedaan Mercator dan Equal Earth

UI Perketat Publikasi Ilmiah, Dosen yang Terbitkan Artikel di Jurnal Predator Bisa Kena Sanksi

UI Perketat Publikasi Ilmiah, Dosen yang Terbitkan Artikel di Jurnal Predator Bisa Kena Sanksi

DPR Tutup Masa Sidang, Puan Maharani Soroti Nasib Pekerja Kontrak hingga Pengawasan Lapas

DPR Tutup Masa Sidang, Puan Maharani Soroti Nasib Pekerja Kontrak hingga Pengawasan Lapas

BRAN Percepat Pembenahan Organisasi, Dedi Prasetyo Pastikan Reforma Agraria Lebih Efektif

BRAN Percepat Pembenahan Organisasi, Dedi Prasetyo Pastikan Reforma Agraria Lebih Efektif