Gizi Anak Tak Harus Pakai Western Food, Pangan Lokal Bisa Jadi Pilihan

 

PrakarsaWarga.Com – Pemenuhan gizi anak tidak selalu harus menggunakan makanan bergaya Barat atau Western food. Hidangan berbahan pangan lokal justru dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak, selama menu disusun berdasarkan kebutuhan gizi dan kondisi pangan di masing-masing daerah.

Hal tersebut menjadi salah satu temuan studi yang dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama SEAMEO RECFON mengenai pemenuhan gizi anak usia sekolah di Indonesia.

Direktur SEAMEO RECFON Prof Dr dr Rini Sekartini mengatakan, penyusunan menu anak perlu mempertimbangkan kebutuhan gizi sekaligus karakteristik pangan yang tersedia di wilayah tempat mereka tinggal.

Dengan pendekatan tersebut, makanan yang diberikan tidak hanya bergizi, tetapi juga sesuai dengan kebiasaan makan dan bahan pangan yang mudah ditemukan masyarakat setempat.

Anak Indonesia Masih Kekurangan Sejumlah Mikronutrien

Penelitian menggunakan pendekatan linear programming melalui WHO Optifood untuk melihat kesenjangan kebutuhan mikronutrien anak.

Hasilnya menunjukkan masih terdapat kekurangan sejumlah zat gizi penting, terutama folat, kalsium, zat besi, vitamin A, dan vitamin C.

Kondisi tersebut ditemukan pada berbagai kelompok usia sekolah, mulai dari anak SD, SMP, hingga SMA.

Penelitian melibatkan 4.219 siswa berusia 7-18 tahun yang berasal dari 12 kabupaten/kota di enam pulau di Indonesia. Temuan dari berbagai wilayah tersebut menunjukkan pola yang relatif serupa terkait kekurangan mikronutrien.

Karena itu, penyusunan menu perlu disesuaikan dengan kebutuhan gizi setiap kelompok usia sekaligus kondisi pangan lokal.

Menu Disusun Berdasarkan Makanan di Daerah

Deputi Direktur SEAMEO RECFON Dr dr Brian Sri Prahasastuuti menjelaskan, tim peneliti terlebih dahulu melihat pola makan masyarakat serta jenis pangan yang tersedia di masing-masing wilayah.

Informasi tersebut kemudian digunakan untuk menyusun rekomendasi menu yang sesuai dengan kebiasaan dan cita rasa masyarakat setempat.

Dengan pendekatan ini, makanan bergizi tidak harus berupa hidangan yang dianggap modern atau bergaya Barat. Kuliner tradisional juga dapat digunakan selama komposisinya mampu memenuhi kebutuhan nutrisi.

Panduan tersebut menyediakan menu selama tujuh hari untuk masing-masing wilayah. Setiap menu dirancang dengan komponen yang beragam, mulai dari makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, sayur, buah, hingga susu.

Ada Ketupat Sayur hingga Gulai Ikan

Contoh menu yang disiapkan memanfaatkan makanan yang sudah familiar bagi masyarakat.

Di wilayah Sumatra, misalnya, hidangan lokal seperti gulai ikan dan rendang dapat masuk dalam rancangan menu. Ada pula contoh sarapan berupa ketupat sayur yang dilengkapi ikan salai serta komponen makanan lainnya.

Konsep ini membuat menu lebih mudah diterima anak karena bahan dan jenis makanannya tidak terlalu asing dengan pola konsumsi sehari-hari.

Selain memenuhi kebutuhan nutrisi, pendekatan pangan lokal juga dapat membantu memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia kepada anak sejak usia sekolah.

Edukasi Gizi Juga Penting

Pemenuhan gizi tidak cukup hanya dengan menyediakan makanan. Anak juga perlu mendapatkan edukasi agar memahami makanan yang mereka konsumsi.

Menurut SEAMEO RECFON, edukasi gizi perlu terintegrasi sehingga anak tidak hanya memperoleh makanan bergizi, tetapi juga belajar memilih, memahami, dan membiasakan pola makan sehat sejak dini.

Dengan demikian, kebiasaan makan sehat diharapkan tidak berhenti ketika anak berada di sekolah, tetapi dapat terbawa ke lingkungan keluarga dan kehidupan sehari-hari.

Panduan menu lengkap berbasis pangan lokal tersebut dapat diakses melalui laman resmi SEAMEO RECFON. (RFA)

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Prabowo Ungkap Perjalanan Empat Kali Gagal Sebelum Terpilih Jadi Presiden

Prabowo Ungkap Perjalanan Empat Kali Gagal Sebelum Terpilih Jadi Presiden

Dude Harlino Waspadai Abu Vulkanik Anak Krakatau, Soroti Kesehatan Anak

Dude Harlino Waspadai Abu Vulkanik Anak Krakatau, Soroti Kesehatan Anak

Mantan Ketua DPR Filipina Ditahan, Terseret Dugaan Korupsi Proyek Banjir Rp2,1 Triliun

Mantan Ketua DPR Filipina Ditahan, Terseret Dugaan Korupsi Proyek Banjir Rp2,1 Triliun

Raisya Bawazier dan Muhammad Zidan Sepakat Berpisah, Nafkah Pasca Cerai Rp120 Juta

Raisya Bawazier dan Muhammad Zidan Sepakat Berpisah, Nafkah Pasca Cerai Rp120 Juta

Rumah Subsidi Kini Bisa Dicek Lebih Praktis Lewat Satu Situs

Rumah Subsidi Kini Bisa Dicek Lebih Praktis Lewat Satu Situs

Psoriasis Muncul Setelah Booster Covid-19, Empat Tahun Saya Menunggu Jawaban Negara

Psoriasis Muncul Setelah Booster Covid-19, Empat Tahun Saya Menunggu Jawaban Negara