PrakarsaWarga.Com – Perjuangan wakil Indonesia di China Open 2026 kembali menghadapi tantangan berat. Dua pasangan ganda Merah Putih harus mengakhiri langkah mereka lebih awal setelah gagal melewati babak pertama turnamen bulu tangkis level BWF Super 1000 tersebut.
Pasangan ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari atau yang akrab disapa Ana/Trias harus mengakui keunggulan unggulan keenam asal Korea Selatan, Kim Hye-jeong/Kong Hee-yong, dalam pertandingan sengit yang berlangsung tiga gim.
Ana/Trias sempat membuka peluang dengan memenangkan gim pertama 21-17. Namun, lawan berhasil bangkit dan membalikkan keadaan setelah merebut gim kedua dengan skor tipis 22-20 sebelum menutup pertandingan lewat kemenangan 21-12 di gim penentuan.
Kekalahan tersebut membuat sektor ganda putri Indonesia kini hanya menyisakan satu wakil. Harapan Merah Putih berada di pundak Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum yang sukses menciptakan kejutan dengan menyingkirkan pasangan unggulan kedua dan melaju ke babak 16 besar.
Amri/Nita Gagal Bendung Unggulan Thailand
Nasib serupa juga dialami pasangan ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah. Menghadapi unggulan keempat asal Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran, pasangan Indonesia harus menyerah dalam dua gim langsung dengan skor 13-21 dan 16-21.
Hasil tersebut membuat Indonesia kini hanya memiliki satu wakil tersisa di sektor ganda campuran, yakni Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja.
Pada babak 16 besar, Rehan/Gloria sudah ditunggu lawan tangguh, pasangan unggulan kedua Mathias Christiansen/Alexandra Boje, yang diprediksi akan menghadirkan pertandingan menarik.
Asa Indonesia Masih Terbuka
Meski sejumlah wakil telah tersingkir, peluang Indonesia untuk meraih prestasi di China Open 2026 masih terbuka. Beberapa pasangan dan pemain tunggal masih melanjutkan perjuangan di babak berikutnya dengan harapan mampu membawa pulang gelar juara.
Dalam tiga edisi terakhir turnamen, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil meraih gelar China Open, meneruskan kesuksesan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang menjadi juara pada edisi 2019.
Dukungan publik tentu menjadi tambahan motivasi bagi para wakil Merah Putih yang masih bertahan untuk terus melangkah lebih jauh dan menjaga peluang Indonesia meraih hasil terbaik di salah satu turnamen bulu tangkis paling bergengsi di kalender BWF.









