PrakarsaWarga.Com – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), akhirnya memberikan tanggapan terkait munculnya wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Jokowi menegaskan bahwa setiap proses hukum harus dihormati, begitu pula hak konstitusional setiap warga negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi setelah menghadiri persidangan kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).
Saat dimintai tanggapan mengenai isu pemakzulan putranya, Jokowi memilih memberikan jawaban singkat. Ia menekankan pentingnya menghormati aturan hukum dan konstitusi yang berlaku di Indonesia.
“Ya kita hormati seluruh proses hukum yang ada, juga kita hormati hak-hak yang ada di konstitusi kita,” ujar Jokowi.
Wacana pemakzulan Gibran mencuat setelah muncul sejumlah putusan dari Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK) yang berkaitan dengan dokumen pendidikan Wakil Presiden tersebut.
Sebelumnya, pada Jumat (30/10/2026), MA mengabulkan gugatan yang diajukan oleh HM Subhan. Dalam putusannya, MA menyatakan surat keterangan penyetaraan pendidikan SMA milik Gibran yang digunakan sebagai salah satu persyaratan pencalonan pada Pilpres 2024 tidak sah.
Sementara itu, dalam persidangan pada Selasa (6/10/2026), MK menyatakan tidak menemukan bukti yang menunjukkan bahwa Gibran memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma pendidikan luar negeri yang menjadi dasar penyetaraan dengan jenjang pendidikan setingkat SMA.
Meski demikian, MK menegaskan bahwa lembaga tersebut tidak memiliki kewenangan untuk membatalkan maupun mendiskualifikasi jabatan Gibran sebagai Wakil Presiden.
MK kemudian menyerahkan persoalan tersebut kepada parlemen untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang berlaku.
Perkembangan putusan kedua lembaga peradilan tersebut turut memunculkan pembahasan di kalangan anggota parlemen. Sejumlah wakil rakyat di Senayan mulai melakukan konsolidasi untuk menjajaki kemungkinan pemakzulan Gibran.
Hingga kini, wacana tersebut masih menjadi perhatian publik. Pernyataan Jokowi yang meminta semua pihak menghormati proses hukum dan konstitusi pun menjadi respons terbarunya terhadap polemik yang melibatkan putranya tersebut.







