Kelola Sampah dari Rumah, Langkah Kecil yang Bisa Kurangi Beban Kota Bandung

 

PrakarsaWarga.com – Persoalan sampah masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi Kota Bandung. Setiap harinya, volume sampah yang dihasilkan masyarakat diperkirakan mencapai sekitar 1.500 ton.

Melihat kondisi tersebut, sejumlah organisasi dan komunitas masyarakat sipil mendorong warga untuk mulai mengambil peran dari lingkungan rumah masing-masing. Salah satunya melalui kegiatan edukasi bertajuk “Piknik Bebas Plastik”yang digelar di Taman Panatayuda, Kota Bandung.

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah organisasi, di antaranya Greenpeace, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), River Cleanup, Yaksa Pelestari Bumi Berkelanjutan, serta komunitas Bike to Work.

Konsep kegiatan dibuat santai. Warga diajak menikmati suasana taman sekaligus mengikuti berbagai kegiatan edukasi dan workshop mengenai pengelolaan sampah.

Kampanye Berubah Menjadi Edukasi Warga

Juru Kampanye Plastik dan Sampah Greenpeace Indonesia, Ibar Akbar, mengatakan gerakan tersebut telah dimulai sejak 2019. Pada awalnya, kegiatan lebih banyak digunakan sebagai wadah untuk menyuarakan tuntutan kepada pemerintah terkait persoalan sampah.

Namun, sejak 2024 konsep kegiatan mulai diarahkan pada edukasi langsung kepada masyarakat. Warga tidak hanya diajak memahami persoalan sampah, tetapi juga diperkenalkan dengan cara sederhana untuk menguranginya.

Salah satu pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa sebuah kegiatan dapat berlangsung tanpa bergantung pada plastik sekali pakai.

Panitia juga berupaya menunjukkan bahwa sampah yang masih muncul, terutama sampah organik, dapat dikelola agar tidak seluruhnya berakhir sebagai limbah.

Pedagang Ikut Kurangi Plastik Sekali Pakai

Edukasi dalam kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan kepada pengunjung. Para pedagang yang berjualan di sekitar Taman Panatayuda juga diajak ikut menerapkan kebiasaan mengurangi penggunaan plastik.

Respons para pedagang disebut cukup positif. Mereka bersedia mengurangi penggunaan plastik dalam aktivitas berjualan selama tersedia sistem pendukung yang memungkinkan.

Salah satu pendekatan yang digunakan adalah menyediakan wadah yang dapat dipinjam dan dikembalikan. Dengan cara tersebut, pembeli tetap dapat membawa makanan atau minuman tanpa harus menggunakan kemasan plastik sekali pakai.

Konsep ini menunjukkan bahwa pengurangan sampah tidak selalu membutuhkan perubahan besar. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama dapat memberikan dampak terhadap jumlah sampah yang dihasilkan.

Kompos Jadi Salah Satu Solusi Sampah Rumah Tangga

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai pengolahan sampah organik melalui metode kompos.

Sampah seperti sisa makanan dan bahan organik lainnya dapat diolah menjadi kompos sehingga jumlah sampah rumah tangga yang dibuang dapat ditekan.

Namun, pengolahan sampah dari rumah dinilai akan lebih efektif jika dibarengi dengan kebiasaan memilah sampah sejak awal.

Ibar menilai pemilahan dari sumber menjadi salah satu hal penting dalam menyelesaikan persoalan sampah. Sampah organik dan anorganik yang tercampur akan membuat proses pengolahan menjadi lebih sulit.

Pemilahan Sampah Perlu Didukung Pemerintah

Selain mengajak masyarakat mengubah kebiasaan, organisasi lingkungan juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah melalui regulasi dan infrastruktur.

Menurut Greenpeace, sejumlah daerah sebenarnya telah memiliki aturan mengenai pengelolaan sampah. Tantangannya adalah bagaimana aturan tersebut dapat diterapkan secara maksimal dan didukung anggaran yang memadai.

Pemilahan sampah dari sumber dinilai perlu menjadi salah satu prioritas dalam pengelolaan sampah di daerah. Dengan pemilahan sejak rumah tangga, sampah yang masih memiliki nilai guna dapat lebih mudah dimanfaatkan kembali, sementara sampah organik dapat diolah.

Persoalan sampah pada akhirnya bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga dapat berkontribusi melalui kebiasaan sehari-hari, mulai dari mengurangi plastik sekali pakai, membawa wadah sendiri, hingga memilah dan mengolah sampah dari rumah.

Langkah sederhana tersebut dapat menjadi bagian dari solusi untuk mengurangi beban sampah yang setiap hari dihasilkan Kota Bandung.

 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Rupiah Diprediksi Masih Tertekan, Ini Tantangan Besar Bank Indonesia

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, Momentum Mulai Melandai

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, Momentum Mulai Melandai

Tottenham Sudah Belanja Besar, tapi Mentalitas Masih Jadi Masalah

Tottenham Sudah Belanja Besar, tapi Mentalitas Masih Jadi Masalah

Uban Muncul Bukan Berarti Tubuh Sedang Melawan Kanker, Ini Penjelasan Medisnya

Uban Muncul Bukan Berarti Tubuh Sedang Melawan Kanker, Ini Penjelasan Medisnya

Dampak Karhutla Tak Berhenti di Asap, Prestasi Belajar Anak Bisa Menurun

Dampak Karhutla Tak Berhenti di Asap, Prestasi Belajar Anak Bisa Menurun

Kelola Sampah dari Rumah, Langkah Kecil yang Bisa Kurangi Beban Kota Bandung

Kelola Sampah dari Rumah, Langkah Kecil yang Bisa Kurangi Beban Kota Bandung