PrakarsaWarga.Com — Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Mohammad Saleh mendapat penghargaan dalam ajang detikJateng-Jogja Awards 2026. Ia dinilai memiliki perhatian dan kontribusi dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di Jawa Tengah.
Mohammad Saleh meraih kategori Pengawal Ekonomi Kerakyatan Jawa Tengah. Penghargaan tersebut diserahkan Direktur Utama detikNetwork, Abdul Aziz, dan diterima oleh Firdaus Adi Nugroho selaku Staf Ahli Mohammad Saleh.
Penyerahan penghargaan berlangsung di Nusantara Ballroom, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas perhatian Mohammad Saleh terhadap pengembangan ekonomi masyarakat. Dalam kiprahnya sebagai pimpinan DPRD Jawa Tengah, ia mendorong kebijakan yang memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan.
Fokus pada UMKM, Koperasi, dan Pertambangan Rakyat
Komitmen Mohammad Saleh terhadap ekonomi kerakyatan diwujudkan melalui perhatian pada tiga sektor utama, yakni UMKM, koperasi, dan pertambangan rakyat.
Untuk sektor UMKM, ia mendorong peningkatan akses permodalan, pendampingan bagi pelaku usaha, kemudahan perizinan, hingga perluasan akses pasar. Langkah tersebut dinilai penting agar UMKM mampu berkembang dan memiliki daya saing yang lebih kuat.
Sementara di sektor koperasi, penguatan kelembagaan menjadi salah satu perhatian. Koperasi didorong untuk memperbaiki tata kelola sekaligus mengikuti perkembangan zaman melalui modernisasi agar dapat menjadi wadah kemandirian ekonomi masyarakat.
Adapun untuk pertambangan rakyat, pendekatan yang didorong lebih menitikberatkan pada pembinaan, kepastian usaha, serta keberlanjutan ekonomi masyarakat. Pengelolaannya tetap harus memperhatikan aspek keselamatan, lingkungan, dan aturan yang berlaku.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif
Sebagai pimpinan DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh berupaya agar pembangunan ekonomi daerah tidak hanya mengejar angka pertumbuhan. Menurutnya, pembangunan juga harus mampu membuka kesempatan usaha dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat secara langsung.
Ekonomi kerakyatan, dalam pandangan tersebut, harus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk tumbuh secara mandiri sekaligus meningkatkan kesejahteraan bersama.
detikJateng-Jogja Awards Bahas Potensi Investasi
Ajang detikJateng-Jogja Awards 2026 tidak hanya menjadi forum penghargaan bagi tokoh yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk membahas peluang investasi dan pengembangan ekonomi Jawa Tengah serta Yogyakarta.
Tahun ini, acara mengangkat tema “Jawa Tengah Gerbang Investasi Indonesia: Sinergi Pemerintah, Investor, dan Kawasan Industri Menuju Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan.”
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut. Wakil Ketua 2 Tim Pelaksana Dewan KEK Budi Santoso yang mewakili Wamenko Perekonomian Dradjad Hari Wibowo, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Kapolda Jawa Tengah Irjen Roy Hardi Siahaan, serta Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sudaryanto turut hadir dalam agenda tersebut.
Selain pemberian penghargaan, acara juga menghadirkan Forum Investasi Jawa Tengah. Forum ini membahas berbagai potensi dan peluang investasi yang dapat dikembangkan di wilayah Jawa Tengah.
Investasi Jawa Tengah Tembus Rp88,50 Triliun
Upaya memperkuat perekonomian daerah juga berjalan seiring dengan peningkatan investasi di Jawa Tengah.
Sepanjang 2025, realisasi investasi Jawa Tengah tercatat mencapai Rp88,50 triliun. Angka tersebut meningkat sekitar 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Masuknya investasi tersebut juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Sekitar 326 ribu tenaga kerja terserap dari realisasi investasi Jawa Tengah sepanjang 2025.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa penguatan investasi dan ekonomi kerakyatan dapat berjalan beriringan. Pemerintah daerah bersama berbagai pemangku kepentingan pun terus didorong untuk menciptakan iklim usaha yang semakin terbuka, produktif, dan berkelanjutan.






