PrakarsaWarga. Com – Sulawesi Tenggara tercatat sebagai provinsi dengan kawasan hutan mangrove terluas di Pulau Sulawesi. Keberadaan ekosistem pesisir ini memiliki peran penting dalam melindungi garis pantai sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan yang dirilis pada 2024, luas hutan mangrove di Pulau Sulawesi mencapai 138.480 hektare. Dari jumlah tersebut, Sulawesi Tenggara menempati posisi teratas dibandingkan provinsi lainnya.
Luas hutan mangrove di Sulawesi Tenggara tercatat mencapai 38.064 hektare. Sulawesi Utara berada di posisi kedua dengan 12.014 hektare, disusul Sulawesi Selatan seluas 10.800 hektare.
Sementara itu, Gorontalo memiliki kawasan mangrove seluas 8.970 hektare, sedangkan Sulawesi Barat tercatat sebesar 3.491 hektare.
Mangrove Jadi Pelindung Alami Kawasan Pesisir
Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, menjelaskan bahwa mangrove mempunyai peran strategis bagi wilayah Kendari yang berada di kawasan Teluk Kendari.
Ekosistem ini berfungsi sebagai pelindung alami pantai dari abrasi, membantu meredam energi gelombang, mengurangi intrusi air laut, serta menjadi habitat bagi berbagai jenis biota pesisir.
“Mangrove merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga produktivitas laut, menciptakan lingkungan yang lebih sehat, sekaligus memastikan keberlanjutan ekosistem bagi generasi mendatang,” ujar Amir, dikutip dari Antara, Jumat (23/10/2026).
Keberadaan mangrove juga mendukung keseimbangan ekosistem pesisir. Akar-akar mangrove membantu menahan sedimen, sementara kawasan hutannya menyediakan tempat berlindung dan berkembang biak bagi berbagai satwa.
Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai Jadi Kawasan Penting
Salah satu kawasan yang menyumbang luasan mangrove di Sulawesi Tenggara adalah Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai. Kawasan konservasi ini memiliki sekitar 6.700 hektare hutan mangrove.
Selain berfungsi melindungi wilayah pesisir, taman nasional tersebut menjadi habitat berbagai flora dan fauna khas Sulawesi. Keberadaan mangrove di dalamnya turut mendukung kelangsungan hidup satwa yang bergantung pada ekosistem pesisir.
Perlindungan kawasan ini menjadi penting untuk menjaga keanekaragaman hayati sekaligus mengurangi risiko kerusakan lingkungan akibat abrasi dan aktivitas manusia.
Papua Selatan Masih Memiliki Mangrove Terluas di Indonesia
Pada tingkat nasional, Papua Selatan tercatat sebagai provinsi dengan kawasan mangrove terluas di Indonesia, yakni sekitar 624 ribu hektare. Luasan tersebut mencakup sekitar 45,7 persen dari total kawasan mangrove nasional berdasarkan data yang dikutip dalam laporan tersebut.
Besarnya kawasan mangrove di Indonesia menunjukkan pentingnya upaya perlindungan dan rehabilitasi ekosistem pesisir. Pengelolaan yang berkelanjutan diperlukan agar mangrove tetap berfungsi sebagai pelindung pantai, penyimpan karbon, dan habitat bagi beragam satwa.
Dengan menjaga kelestarian mangrove, manfaat ekologisnya dapat terus dirasakan masyarakat pesisir dan generasi mendatang.








