PrakarsaWarga.Com – Rapor Pendidikan 2025 memberikan gambaran terbaru mengenai kondisi pendidikan Indonesia. Data yang disampaikan Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP) BKPDM Kemendikdasmen menunjukkan masih ada sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian, mulai dari akses pendidikan, kemampuan literasi dan numerasi, hingga pemerataan guru.
Rapor Pendidikan tidak hanya digunakan sebagai laporan kondisi pendidikan. Data tersebut juga menjadi bahan untuk melakukan refleksi, mengidentifikasi masalah, menentukan prioritas, serta menyusun perencanaan dan penganggaran pendidikan.
Akses Pendidikan Meningkat, tetapi Belum Merata
Perluasan akses pendidikan dasar dan menengah menunjukkan kemajuan. Namun, keberlanjutan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi masih menjadi tantangan.
Kesenjangan akses pendidikan dan keberadaan anak yang tidak bersekolah juga masih perlu mendapat perhatian. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan partisipasi pendidikan belum sepenuhnya dirasakan secara merata.
Literasi dan Numerasi Masih Perlu Diperkuat
Rapor Pendidikan 2025 mencatat adanya tren positif dalam capaian literasi dan numerasi. Meski demikian, kemampuan fondasional, terutama pada jenjang SD/MI dan sederajat, masih membutuhkan penguatan secara berkelanjutan.
Kesenjangan kemampuan literasi dan numerasi berdasarkan wilayah, kondisi sosial-ekonomi, serta gender juga masih menjadi persoalan.
Selain kemampuan akademik, penguatan karakter mulai terlihat dalam aspek berpikir dan kemandirian. Namun, kemampuan sosial seperti gotong royong dan toleransi masih perlu terus diperkuat.
Kondisi PAUD dan Kualitas Pembelajaran
Kompetensi pendidik PAUD menunjukkan perbaikan. Meski begitu, kualitas layanan PAUD secara keseluruhan belum merata di setiap wilayah.
Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak usia dini juga mengalami perkembangan. Penguatan kemampuan fondasi anak tetap membutuhkan perhatian bersama.
PSKP juga mencatat adanya penguatan kepemimpinan, budaya refleksi, serta kerja sama antara satuan pendidikan dan keluarga sebagai faktor yang dapat mendukung peningkatan mutu layanan PAUD.
Sementara itu, kualitas pembelajaran dan praktik refleksi guru menunjukkan perbaikan yang konsisten. Penguatan tersebut tetap perlu dilakukan di seluruh satuan pendidikan.
Iklim Keamanan Sekolah Jadi Perhatian
Salah satu temuan yang perlu diperhatikan adalah kondisi iklim keamanan satuan pendidikan yang secara umum mengalami penurunan.
Persoalan tersebut terutama berkaitan dengan pengalaman murid terhadap perundungan, kekerasan seksual, serta rokok atau zat adiktif.
Karena itu, lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan siswa menjadi salah satu fokus penting dalam rekomendasi kebijakan pendidikan.
Lulusan SMK Makin Terserap, Pemerataan Guru Masih Jadi Tantangan
Penyerapan lulusan SMK menunjukkan peningkatan. Namun, kualitas kompetensi lulusan dan pemerataannya masih perlu diperkuat.
Dari sisi tenaga pendidik, distribusi guru SMP dan SMA menunjukkan kemajuan. Sebaliknya, pemerataan guru pada jenjang SD dan SMK masih membutuhkan perbaikan.
Sertifikasi guru juga mengalami peningkatan. Ke depan, pemerataan kualitas guru dapat terus diarahkan melalui pendekatan alternatif yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap wilayah.
Standar Pelayanan Pendidikan Belum Merata
Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan masih didominasi kategori menengah. Selain itu, capaian antardaerah belum konsisten.
Persoalan lain terdapat pada penganggaran pendidikan di daerah yang dinilai belum sepenuhnya selaras dengan prioritas SPM. Akses pendidikan bagi kelompok rentan juga menjadi salah satu titik yang perlu mendapat perhatian.
Pemanfaatan Rapor Pendidikan untuk membantu perencanaan di satuan pendidikan mulai semakin digunakan. Namun, penganggaran berbasis data masih relatif rendah dan terdapat kesenjangan antara satuan pendidikan negeri dan swasta.
5 Rekomendasi untuk Pendidikan Indonesia
Berdasarkan temuan Rapor Pendidikan 2025, PSKP Kemendikdasmen memberikan sejumlah arah kebijakan, yaitu:
1. Memperluas dan memeratakan akses serta partisipasi pendidikan.
2. Meningkatkan kualitas pembelajaran secara merata dan berkelanjutan, mulai dari PAUD hingga pendidikan vokasi.
3. Memperkuat lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan siswa.
4. Meningkatkan kualitas serta pemerataan pendidik dan tenaga kependidikan.
5. Memperkuat tata kelola, penganggaran, dan perencanaan pendidikan dengan berorientasi pada peningkatan mutu.
Rapor Pendidikan 2025 dengan demikian menjadi salah satu dasar untuk melihat bagian pendidikan Indonesia yang sudah mengalami kemajuan sekaligus sektor yang masih membutuhkan penguatan. Data tersebut juga dapat digunakan sebagai pijakan dalam menentukan prioritas kebijakan pendidikan ke depan. (RFA)








