Robbie Fowler Soroti Masalah Lama Liverpool, Kedalaman Skuad Dinilai Masih Jadi Titik Lemah

PrakarsaWarga.Com – Liverpool memasuki musim 2026/2027 dengan semangat baru di bawah kepemimpinan pelatih Andoni Iraola. Meski aktif memperkuat skuad pada bursa transfer musim panas, The Reds dinilai masih memiliki pekerjaan rumah yang belum terselesaikan, terutama di sektor pertahanan.

Legenda Liverpool, Robbie Fowler, menilai persoalan utama klub bukanlah kualitas pemain inti, melainkan minimnya kedalaman skuad. Menurutnya, masalah tersebut telah menghantui Liverpool dalam beberapa musim terakhir dan harus segera dibenahi jika ingin bersaing memperebutkan gelar.

Liverpool sejauh ini telah mendatangkan Jeremy Jacquet dan Victor Munoz sebagai bagian dari proyek peremajaan tim. Selain itu, manajemen juga dikabarkan masih berupaya merekrut winger muda Bradley Barcola untuk menambah daya gedor lini depan.

Namun, perhatian terbesar justru tertuju pada lini belakang. Kepergian Ibrahima Konate setelah negosiasi kontrak menemui jalan buntu membuat Liverpool kehilangan salah satu pilar penting di jantung pertahanan.

Situasi semakin sulit setelah Joe Gomez mengalami cedera pada laga pramusim pertama. Di sisi lain, Giovanni Leoni masih menjalani proses pemulihan cedera lutut, sementara Jeremy Jacquet juga belum sepenuhnya pulih setelah mengalami cedera bahu pada musim lalu.

Kondisi tersebut membuat Virgil van Dijk menjadi satu-satunya bek tengah senior yang benar-benar siap tampil. Sementara pemain lainnya masih membutuhkan waktu untuk mencapai kondisi terbaik atau masih minim pengalaman di level tertinggi.

Fowler: Liverpool Tak Bisa Terus Bergantung pada Starting XI

Robbie Fowler menegaskan Liverpool membutuhkan persaingan sehat di setiap posisi agar performa tim tetap konsisten sepanjang musim.

Menurut mantan striker Timnas Inggris itu, kualitas sebelas pemain utama Liverpool memang sudah sangat baik. Namun, saat menghadapi jadwal padat, cedera, atau rotasi pemain, kedalaman skuad menjadi faktor yang sangat menentukan.

Fowler juga menilai keberadaan pelapis berkualitas akan meningkatkan motivasi seluruh pemain. Persaingan internal yang sehat membuat setiap pemain terdorong untuk tampil maksimal karena posisi mereka tidak dijamin aman.

Ia menambahkan bahwa skuad yang seimbang merupakan salah satu kunci utama bagi tim yang ingin bersaing di Liga Inggris maupun kompetisi Eropa.

Bursa Transfer Masih Jadi Harapan Liverpool

Dengan bursa transfer yang masih berlangsung, Liverpool masih memiliki kesempatan untuk memperkuat lini pertahanan. Kehadiran bek tengah baru dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar tim tidak terlalu bergantung pada pemain inti.

Apabila kedalaman skuad berhasil diperbaiki, Liverpool diyakini memiliki peluang lebih besar untuk kembali bersaing memperebutkan gelar Liga Inggris dan kompetisi lainnya pada musim 2026/2027.

 

Related Posts

Statistik Indonesia vs Vietnam: Dominasi Penguasaan Bola Tak Berbuah Hasil, Efektivitas Vietnam Jadi Penentu

PrakarsaWarga.Com – Timnas…

Continue reading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Koperasi Merah Putih Dapat Fasilitas Senilai Rp3 Miliar, Ini Rincian Dukungan dari Pemerintah

Koperasi Merah Putih Dapat Fasilitas Senilai Rp3 Miliar, Ini Rincian Dukungan dari Pemerintah

Jatim Alokasikan Rp2,6 Triliun untuk Infrastruktur, Jalan Desa hingga Rutilahu Jadi Fokus

Jatim Alokasikan Rp2,6 Triliun untuk Infrastruktur, Jalan Desa hingga Rutilahu Jadi Fokus

Rizky Billar Beri Ultimatum, Dana Rp 3,1 Miliar Diduga Digelapkan Orang Kepercayaan

Rizky Billar Beri Ultimatum, Dana Rp 3,1 Miliar Diduga Digelapkan Orang Kepercayaan

Rizky Billar Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Dana Rp 3,1 Miliar Diduga Digelapkan Orang Terdekat

Rizky Billar Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Dana Rp 3,1 Miliar Diduga Digelapkan Orang Terdekat

Nekat Jambret HP Anak di Bandung, Pasutri Mengaku Terdesak Masalah Ekonomi

Nekat Jambret HP Anak di Bandung, Pasutri Mengaku Terdesak Masalah Ekonomi

Pemerintah Tunda Pajak E-Commerce, Kemenkeu Tunggu Daya Beli Masyarakat Pulih

Pemerintah Tunda Pajak E-Commerce, Kemenkeu Tunggu Daya Beli Masyarakat Pulih